Kisahku di Kukerta ( Kisah 2 )

PROLOG

Sahabat http://lembahilmu.com pada kesempatan kali ini aku akan menceritkan kisah keduaku ketika melaksankan KUKERTA di desa Carangwulung Dusun Bangunrejo, jika sebelumnya aku telah menceritakan kisahku mengenai semangat dan antusias anak-anak dalam mengikuti TPA ( silahkan dibaca http://lembahilmu.com/2016/02/13/kisahku-di-kukerta/ ), maka pada kali ini aku akan menceritakan pengalamanku ketika berkunjung ke tempat salah seorang peternak lebah.

Lebah adalah hewan yang mendapatkan ilham dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Ta’ala berfirman,

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُون

“Dan Rabb-mu telah mewahyukan kepada lebah, “Buatlah rumah-rumah di bukit-bukit dan pada pohon-pohon dan pada tempat-tempat  yang mereka (manusia) buat.” (QS. An-Nahl : 68).

Selain itu madu juga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan, Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69).

KISAH

Pagi hari saat sedang berkeliling menyusuri Dusun Bangunrejo aku melihat sebuah benda aneh yang terletak di depan rumah warga, dikarenakan rasa penasaran yang tinggi, akupun memberanikan diriku untuk singgah di rumah pemilik barang tersebut.

“Assalaamu’alaikum”, ucapku meminta izin.

“Wa’alaikumussalam” ujar pemilik rumah dengan senyum yang ramah.

Akhirnya beliau mempersilahkan diriku untuk masuk ke rumahnya, setelah itu kami berkenal.

Setelah kami saling mengenal, akupun mulai bertanya mengenai benda aneh yang ada di depan rumahnya, beliau menjelaskan bahwa benda itu dinamakan “gelodokan”, yaitu sejenis rumah lebah buatan yang digunakan oleh warga Dusun Bangunrejo untuk beternak lebah.

glodokan

Gambar Gelodokan

Aku pun mulai penasaran dengan hal tersebut, maka aku pun mulai menggali informasi mengenai lebah madu dari bapak Yudi, yang mana informasi tersebut aku rangkum menjadi tulisan berikut ini.

Madu merupakan sebuah cairan kental yang memiliki banyak warna, aroma, rasa dan manfaat yang banyak. Madu juga merupakan sebuah inti sari bunga yang dikumpulkan dan dihasilkan dari lebah madu sebagai bahan makanan koloni untuk bertahan hidup.

Dusun Bangunrejo merupakan daerah penghasil susu sapi, susu kambing, durian, kopi, dan hasil peternakan serta hasil perkebunan lainnya. Tak terbatas hanya di situ, dusun Bangunrejo juga merupakan daerah penghasil madu, yaitu madu yang berasal dan diambil langsung dari lebah-lebah liar yang diternakkan melalui cara tradisional.

Sebagian besar masyarakat dusun Bangunrejo bermata pencaharian tetap sebagai peternak dan petani. Akan tetapi,  ada beberapa masyarakat yang berprofesi atau mencari pekerjaan tambahan sebagai peternak lebah untuk diambil madunya dan dijual atau dikonsumsi sendiri.

Bapak Yudi menuturkan: Madu Bangunrejo adalah madu yang dihasilkan langsung dari lebah-lebah liar yang ditempat tinggalkan atau diternakkan dalam sebuah gelodokan. lebah-lebah madu ini akan datang dan tinggal menetap dengan sendirinya di sebuah gelodokan yang sengaja dibuat dan disediakan masyarakat sebagai tahap awal untuk membudidayakan lebah madu.

Sebagai tahap awal setelah gelodokan siap dan telah diletakkan ke sebuah tempat. Sebagian masyarakat peternak lebah di dusun-dusun ini akan memberikan pancingan berupa aroma atau wewangian manis, gula, sirup, serta buah-buahan agar lebah-lebah madu terpancing dan tertarik untuk tinggal dan menetap di sebuah gelodokan yang disediakan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan lebah-lebah madu tersebut untuk diambil madunya.

Sarang lebah madu yang berada di dalam sebuah gelodokan, akan menghasilkan madu dan siap untuk diambil madunya setelah 5 sampai 6 bulan, perlu untuk diketahui banyak dan bagusnya kualitas madu yang di hasilkan berada pada puncaknya  ketika umur sangkar ( gelodokan ) lebah madu berumur berkisar 5 sampai 6 bulan. Banyak atau sedikitnya madu yang dihasilkan dapat diketahui melalui tanggalan bulan Hijriah. Dikarenakan madu yang di panen atau diambil pada awal-awal tanggal muda setelah umur sarang madu berumur 5 sampai 6 dari bulan Hijriah, akan menghasilkan madu yang berlimpah dan banyak. Sedangkan madu yang di panen atau diambil pada tanggal-tanggal akhir dari bulan hijriah, setelah umur sangkar lebah berumur 5 sampai 6 bulan, akan menghasilkan madu yang lebih sedikit dibandingkan madu yang diambil pada awal-awal tanggal dari bulan Hijriah.

Sarang madu ( gelodokan ) disusun berdasarkan  kegunaan dan fungsinya, seperti bagian bawah dari sarang lebah madu, memiliki fungsi sebagai tempat bersarangnya atau diletakkannya telur serta anakan bayi calon lebah dewasa. Sedangkan bagian atas berfungsi sebagai tempat untuk diletakkannya sari-sari bunga yang dikumpulkan oleh para lebah pekerja yang ditugaskan untuk mencari dan mengumpulkan sari – sari nektar dari bunga dan dari  buah yang berbunga.

Produksi madu akan berlimpah pada awal-awal tanggal di bulan Hijriah, dikarenakan pada awal tanggal di bulan Hijriah, bayi-bayi lebah telah bermetamorfosis menjadi lebah-lebah muda yang siap terbang mengudara merasakan dunia di luar rumah atau sangkar mereka, oleh sebab itu hampir dari keseluruhan sarang yang mulanya memiliki dua fungsi aktif sebagai tempat penyimpanan sari-sari bunga yang telah dikumpulkan oleh lebah dan sebagai tempat peletakkan telur atau bayi-bayi lebah, akan dipenuhi oleh sari-sari bunga atau seperti yang kita sebut sebagai madu.

Bapak Yudi juga menuturkan: ada beberapa cara yang baik dan benar di dalam tahap atau proses memanen madu dari sarang lebah  atau yang dinamakan gelodokan oleh masyarakat dusun Bangunrejo, diantaranya:

  1. Agar lebah tetap bertahan dan terus tetap tinggal di sebuah gelodokan yang telah disediakan, Sarang lebah tidak boleh diambil secara menyeluruh.
  2. Sebaiknya proses pengambilan sarang lebah dilakukan ketika malam hari, untuk menghindari dan mengurangi resiko tersengatnya kulit kita oleh lebah.
  3. Dalam proses pemerasan madu, sebaiknya menggunakan kain yang tipis dan memiliki serat-serat yang rapat untuk memastikan agar kotoran yang terdapat dalam proses pemerasan dan penyaringan madu, benar-benar tersaring dengan baik.
  4. Jauhkan tempat di mana proses pemerasan dan penyaringan madu dari kobaran api yang menyala, hal ini bertujuan menghindari tersulutnya madu oleh api, dikarenakan madu mengandung gas yang mudah terpatik dengan percikan api yang menyulut.

honey-1006972_960_720

Kemudian pak Yudi menjelaskan bahwasannya madu memiliki banyak corak warna dan rasa, bergantung pada musimnya, berikut penjelasannya:

  1. Musim bunga untuk jenis pohon kopi, akan menghasilkan madu yang berwarna kehitaman dan memiliki rasa manis madu yang sedikit pahit.
  2. Musim bunga untuk jenis pohon randu, akan menghasilkan madu yang berwarna hitam dan memiliki rasa madu yang pahit.
  3. Musim bunga untuk jenis pohon cengkeh, akan menghasilkan madu yang berwarna kecoklatan dan memiliki rasa madu yang pahit sedikit manis.
  4. Musim bunga untuk jenis pohon durian dan jagung, akan menghasilkan madu yang berwarna coklat kekuningan dan memiliki rasa madu yang manis.

honey-356486_960_720

Sebagaimana kita ketahui, madu ada yang asli dan ada juga yang palsu, oleh sebab itu, kita sebagai konsumen atau pembeli madu harus benar-benar jeli dan pintar dalam memilah-milih madu yang akan dibeli, agar terhindar dari penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu kita harus mengetahui ciri-ciri yang terdapat pada madu asli tersebut, di antara cara untuk mengetahui dan membedakan madu yang asli dengan madu yang palsu adalah:

  1. Madu asli memiliki harga yang tinggi, berkisar 300.000 rupiah hingga 350.000 rupiah/liternya ( tergantung wilayah juga sih ).
  2. Madu asli mengandung gas, sehingga sebuah barang yang dioleskan dengan madu akan dengan mudahnya tersulut oleh api.
  3. Madu asli tidak akan membeku jika dimasukkan ke dalam lemari es.
  4. Ujung batang korek api yang dicelupkan ke dalam madu akan tetap bisa dinyalakan.
  5. Madu asli tidak akan di datangi oleh semut.
  6. Madu asli tidak akan meresap kedalam secarik permukaan kertas sebagaimana terserapnya air pada permukaan kertas.
  7. Madu asli dapat mematangkan telur mentah.

Pak Yudi menyebutkan bahwasannya para peternak lebah di Dusun Bangunrejo biasanya menjual 1 liter seharga 300.000. Sehingga, tatkala musim panen madu tiba, para peternak madu dapat meraup nominal uang hingga 1.200.000 per satu gelodokannya, dari situlah masyarakat dapat menjadikan profesi ternak lebah madu sebagai sarana alternatif penambah penghasilan untuk membiayai biaya kehidupan mereka sehari-hari.

Leave a Reply