Sejarah Lengkap dan Budidaya Kopi Bali Kintamani

Kopi Bali Kintamani – Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan pulaunya saja, namun Bali juga terkenal dengan kopinya, jika anda sudah sering mendengar tentang kopi luwak, torabika, toraja, kopi hijau, dan kopi terkenal lainnya, mungkin anda belum mengenal yang namanya kopi Bali Kintamani.

Berikut penjelasannya secara singkat.


1. Sejarah Kopi Bali Kintamani


Pixabay.com

Pixabay.com

Bila diliat dari perubahan kopi yang ada di Indonesia, kita bisa lihat terdapat beberapa type kopi yang cukup di kenal di Indonesia serta salah nya ialah type kopi Bali. Product olahan kopi asli dari Lokasi Kintamani ini yaitu adalah type product kopi yang sudah di kenal oleh orang-orang Indonesia.

Yang menarik yaitu type kopi ini dapat mempunyai ketidaksamaan yang unik bila dibanding dengan type product kopi yang lain. Kopi Kintamani ini sudah mempunyai kelebihan kompetitif sendiri serta sudah banyak disukai oleh pengagum kopi dari beragam dunia.

Type kopi Bali Kintamani ini datang dari lokasi dengan ketinggian ada diatas 900 dpl. Yang menarik yaitu agroekosistem type kopi Kintamani Bali ini begitu pas untuk perkembangan kopi Arabika dengan system pertaniannya yang di kenal homogen, terlebih di lokasi Kintamani.

Lokasi ini di kenal mempunyai iklim dengan suhu hawa yang dingin serta kering sesuai sama suhu hawa yang tinggi. Diluar itu dengan tanah vulkanik yang subur bikin type tanaman kopi ini bisa dihasilkan dengan mutu berkwalitas tinggi.

Kelebihan lain dari type kopi Kintamani ini yaitu dari segi histori serta kebiasaan budaya lokal yang bikin type tanaman kopi ini mempunyai mutu berkwalitas tinggi. Type kopi ini dikenal juga memiliki reputasi dengan nama “origin coffee” atau kopi asli dari Indonesia.

Komoditas kopi ini sudah sukses menembus pasar Jepang, Perancis serta sebagian negara Eropa yang lain. Hal semacam ini yang bikin kita sebagai rakyat bangsa Indonesia mesti bangga pada type product bernilai ekonomis tinggi dari Bali ini.

Type kopi Bali atau umum dikatakan sebagai kopi Kintamani ini yaitu adalah satu diantara type kopi arabika yang di kenal mempunyai rasa yang manis serta lembut. Kopi ini dapat sudah diperkembang dengan system Subak Abian yang bisa menolong mendorong pemrosesan type kopi ini dengan cara organik.

Type kopi ini yaitu adalah satu diantara type kopi yang unik terlebih dari daerah Bali. Kopi Arabika Kintamani ini dapat mempunyai rasa yang tidaklah terlalu sepat serta tidaklah terlalu pahit. Satu diantara argumen kenapa kopi ini mempunyai rasa itu yaitu lantaran petani kopi Kintamani ini mempunyai langkah serta kepedulian yang tinggi mengenai bagaimana caranya menuai sepanjang panen. Yang tentu type kopi Kintamani ini dapat sudah bisa menolong perekonomian petani setempat serta orang-orang sekitaran.

Type kopi ini tampak nyaris mempunyai kesamaan dengan kopi jawa. Ketidaksamaannya yaitu dari segi type kopi Kintamani Bali yang lebih mempunyai aroma menyengat dibanding dengan kopi jawa yang mempunyai aroma rempah. Type kopi ini dapat mempunyai ketidaksamaan bila dibanding dengan kopi Mandailing (Sumatera) yang lebih mempunyai kekentalan yang lebih tinggi dengan daya asam yang lebih rendah.

Untuk kita pengagum kopi jadi kita bisa coba agar bisa konsumsi type kopi Bali ini. Dengan cita rasa yang enak dan bau yang harum bikin type kopi ini sudah di kenal oleh orang-orang dunia.

Yang menarik dari sistem pengembangan tanaman kopi ini yaitu bagaimana petani daerah setempat juga sudah bisa meningkatkan tanaman kopi yang populer ramah lingkungan ini. Dengan sistem pemeliharaan yang bisa memakai pupuk organic yang sudah didapat dari penggemukan hasil ternak sapi. Akhir kata, dengan semua keunggulan yang dipunyai, bukanlah suatu hal yang mengagetkan bila kopi Bali demikian populer.


2. Ciri- ciri Kopi Bali Kintamani


Dalam masa pasar global serta persaingan yang makin berat, diferensiasi product adalah fasilitas utama untuk menarik perhatian customer. Dalam soal ini, Kopi Kintamani sudah lakukan satu diferensiasi pada product yang disebut olahan asli dari lokasi Kintamani.

Di mana Kopi Kintamani sudah peroleh perlindungan Tanda-tanda Geografis oleh dunia. Kopi Kintamani mempunyai kekhasan yang unik, serta tak dipunyai oleh product kopi yang lain. Diluar itu Kopi Kintamani ini sudah memilki sertifikat pernyataan kwalitas rasa serta product, yang disebut kalau Kopi Kintamani ini mempunyai kelebihan kompetitif serta banyak disukai oleh customer internasional.

Tersebut adalah spesifikasi product Kopi Kintamani Bali dengan sebagian kelebihan yang dipunyainya, yakni seperti berikut :

1. Kopi Kintamani bali datang dari lokasi khusus dengan ketinggian tempat diatas 900 dpl (umumnya tanaman kopi diatas 1000 m). Agroekosistem Kopi Kintamani Bali pas untuk kopi Arabika serta system pertaniannya homogen di lokasi Kintamani.

Lokasi ini memiliki iklim yang khas yakni udaranya dingin serta kering dengan fluktuasi temmperatur cukup tinggi. Musim hujan umumnya berjalan 6-7 bln., serta musim kering 4-5 bln., yang sepanjang itu ada 3 bln. musim kering yang tegas. Iklim ini jadi kekhasan lokasi utara Bali, termasuk juga Kintamani. Tanah vulkanik dengan type tanah entisol serta inceptisol mempunyai potensi produksi 3000 ton/th.. Oleh karenanya, kopi yang di hasilkan di lokasi ini mempunyai kekhasan sendiri serta potensi mutu yang tinggi.

2. Di samping aspek-faktor alam diatas, Kopi Kintamani Bali mempunyai kelebihan aspek manusia. Kopi Kintamani yaitu product yang mempunyai kepedulian mutu serta reputasi tinggi lantaran ditanam oleh orang-orang yang mempunyai kepedulian kwalitas.

3. kopi kintamani bali sudah mempunyai histori panjang. Serta oleh lantaran kebiasaan budaya local dan kualitasnya yang tinggi, jadi kopi kintamani bali memperoleh reputasi yang baik serta di kenal sebagai satu diantara “origin coffee” (kopi asli asal) di Indonesia.

Berdasar pada pertimbangan diatas, jadi kami sebagai fasilitator pemasaran kopi kintamani bali ajukan permintaan hubungan kerja baik berbentuk pemasaran ataupun penjualan product kopi kintamani bali. Hingga kopi ini bakal dapat berkembang sebagai satu diantara prospek usaha yang mempunyai potensi yang cerah di hari esok.


3. Budidaya Kopi Kintamani


A. Nama Produk

Kopi yang diusulkan untuk permintaan hubungan kerja ini yaitu kopi arabika yang datang dari lokasi Kintamani. Nama product ini yaitu “ Kopi Kintamani Bali”. Nama ini sudah harum di kenal mulai sejak dahulu kala, lantaran kopi sudah di ketahui sebagai type kopi yang mempunyai kwalitas istimewa mulai sejak permulaan era XIX.

B. Type Produk

“Kopi Kintamani Bali” yaitu kopi arabika yang pemrosesannya dikerjakan dengan cara basah. Di mana sudah mempunyai sertifikat mutu tentang kopi ose (green coffee) atau kopi bubuk yang dihasilkan Kopi Arabika Kintamani Olah Basah (fully washed).

C. Sifat-sifat Khas

“Kopi Kintamani Bali” dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi kintamani dengan ketinggian di atas 900 mdpl. Lokasi kintamani ada dilereng gunung berapi batur. Dengan type tanah Entisel serta Inceptisol (Regusol). Lokasi ini mempunyai hawa yang dingin serta kering dengan curah hujan yang banyak sepanjang 6-7 bln. musim hujan.

Tananman-tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi. Pohon kopi ditanam di bawah pohon penaung serta digabungkan dengan tanaman lain serta digabungkan dengan tanaman lain serta dikelola dan dipupuk organic.

Gelondong merah dipetik dengan cara manual serta diambil lewat cara cermat dengan persentase gelondong merahnya minimum 95%. Kopi gelondong merah setelah itu di proses dengan cara basah, dengan fermentasi sepanjang 12 jam atau 36 jam dan dikeringkan dengan cara alami lewat cara menjemur. Tehnik olah yang diperkembang oleh petani kintamani dapat wujudkan potensi mutu lokasi kintamani.

Dengan digabungkan berbarengan sifat-sifat khas lokasi ini dan tehnik budidaya serta pemrosesan itu sudah dapat dibuktikan membuahkan biji kopi dengan citarasa khas serta berkwalitas tinggi. Hasil-hasil dari analisa sensorial sudah menunjukkan ciri-ciriistik-karakteristik di atas.

Ciri-ciriistik kopi kintamani (biji kopi serta citarasa) sudah di teliti dengan cara mendalam mulai sejak 2003. Pada th. 2003-2004 serta 2006 sudah di ambil beberapa ratus sample yang dianalisis oleh beberapa pakar kopi di-PPKKI (Jember) serta cirad (Montpellier, Prancis). Riset ini membuahkan data-data yang berkelanjutan sehubungan dengan ukuran biji kopi serta citarasanya.

Pengambilan sampel kopi sudah dikerjakan pada th. 2003 (100 sampel), th. 2004 (66 sampel) serta th. 2006 (38 sampel). Pada derajat sangrai tengah (medium roast) kopi Bali Kintamani tunjukkan hasil sangrai yang relatif homogeny, dan aroma kopi bubuk berkesan manis serta ada sedikit aroma rempah-rempah.

Hasil analisa sensorial tunjukkan kalau sepanjang bertahun-tahun ini cita rasa kopi Kintamani mempunyai tingkat keasaman regular yang memenuhi, mutu serta intensitas aroma yang kuat, dengan aroma family buah jeruk (rasa jeruk serta jeruk nipis), serta kekentalan tengah. Ini bermakna kopi Arabika Kintamani mempunyai potensi cita rasa yang tinggi.

Kopi Arabika Kintamani umumnya bisa disebutkan tidaklah terlalu pahit (bitter) serta tak sepat (astringent). Ini karena sebab beberapa petani Kintamani mempunyai kepedulian yang tinggi mengenai tata langkah petik tentukan (gelondong merah saja) sepanjang panen.

Biasanya, tak ada cacat rasa yang penting dari rasa kopi Kintamani ini. Satu diantara argumennya kalau beberapa petani Kintamani sudah mempraktekkan prinsip-prinsip Praktik Pemrosesan yang Baik (Good Manufacturing Practices, GMP), dengan menindak-lanjuti saran-nasehat dari pakar tehnis dari pusat riset ataupun dari pemerintah.

Selanjutnya, profil cita rasa kopi Kintamani Bali yaitu :
• Bebas dari cacat cita rasa paling utama,
• Rasa asam bersih dari tingkat tengah sampai hingga tinggi,
• Rasa pahit yang kurang atau sekalipun yg tidak terdeteksi,
• Mutu serta intensitas aroma yang kuat, terkadang dengan rasa buah (terutama jeruk peras).

Profil ini serupa dengan kopi Jawa, mengenai ketidaksamaannya yaitu pada Kopi Kintamani Bali kerap lebih menonjol aroma buah (jeruk) sedang pada kopi Jawa aroma rempah lebih menonjol. Profil cita rasa kopi Kintamani juga begitu tidak sama dengan kopi Mandailing (Sumatra), yakni kopi Mandailing mempunyai aroma yang lebih kompleks, kekentalan tinggi, serta rasa asam begitu rendah.

Lokasi produksi gelondong merah serta kopi HS basah
Kopi Kintamani Bali cuma bias didapat dari gelondong merah serta kopi HS yang di produksi dikawasan batasan IG. Batas daerah ini sudah ditata sedemikian rupa untuk mencapai daerah produksi kopi Arabika Kintamani yang terdapat di antara Gunung Batur serta Catur, tetapi tak mencapai kopi Arabika Campur atau Robusta yang terdapat di batas-batas daerah ini.

Di daerah batasan ini, cuma ada sedikit produksi kopi Robusta. Batas ketinggian (900m) sudah dipakai dengan batas-batas alami (seperti lembah atau jalan) untuk sisi barat serta timur. Keseluruhnya lokasi ini terdapat di antara 900 m s/d 1. 550 m dpl.

Persyaratan lain yang dipakai sebagai kriteria yaitu : tanah serta ciri-ciriistik iklim, system produksi kopi Arabika serta Manajemen kolektif atas produksi kopi didalam subak abian. Semuanya aspek-faktor ini berbentuk homogen didalam lokasi terbatas.

Lokasi ini adalah tempat yang kecil dengan jarak maksimum pada Barat serta Timur sekitaran 35 km, serta pada Utara serta selatan sekitaran 20 km. ukuran keseluruhan dari lokasi ini yaitu sebesar 54. 000 ha denga perkebunan kopi Arabika yang meraih 6. 000 ha pada th. 2006. Panen tahunan bisa meraih sekitaran 3. 000 ton kopi biji per th. sepanjang 10 th. paling akhir.

Dengan cara administratif, lokasi ini meliputi kecamatan Kintamani serta Kecamatan Bangli (Kabupaten Bangli), Kecamatan Petang (Kabupaten Badung), Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan serta Kecamatan Sukasada (Kabupaten Buleleng).

Karenanya ada tanah vulkanik (type Entisol serta Inceptisol) yang dikira begitu menolong banyak tanaman, daerah ini pada intinya adalah lokasi pertanian dengan budidaya pertanian yang intensif serta ramah lingkungan dengan pola tanam diversifikasi yang baik.

Keadaan iklim relatif homogeny serta sesuai sama untuk tanaman kopi Arabika, lantaran :

• Curah hujan yang cukup utama (2. 990 mm/th.), sepanjang 6-7 bln. musim hujan. Musim kering berjalan 4-5 bln., dengan 3 bln. musim kering tegas. Beberapa petani Kintamani sudah menyesuaikan dengan iklim utara yang khas ini.
• Cuaca biasanya sejuk (pada 150C serta 250C)
• Ketidaksamaan suhu hawa pada siang serta malam umumnya memenuhi.

Cara Produksi serta Pemrosesan
1. Cara Produksi
Ø Tempat serta Persiapan Lahan

a) Tempat di dataran tinggi Kintamani nyaris semuanya mungkin ditanami kopi Arabika. Untuk beberapa daerah yang miring sebagai manfaat konservas dapat dibuatin terasering. Biasanya untuk kemiringan yang di bawah 300 sudah dibuatin teras berbentuk sabuk gunung, sedang pada kemiringan di atas 300 sudah dibuatkan teras individu, di mana pada semasing teras ini ditanam satu jenis tanaman saja.

b) Jarak tanam yang minimal untuk pohon kopi ini ditetapkan 2, 5 x 2, 5 m. dengan lain kata, kerapatan maksimumnya yaitu 1. 600 pohon/ha.

c) Pohon kopi ini mesti ditanam di lubang-lubang yang perlu di buat tiap-tiap 2 atau 2, 5m dengan kedalaman 40 cm. Serta pada saat penanaman serta penutupan lubang itu, tanah digabung dengan pupuk kandang. Di lubang-lubang tempat, tanah alami digabung dengan kompos saat saat tiba untuk menanam pohon kopi-pohon kopi muda.

d) Penaung tetaplah ditanam di antara perdu (pohon) kopi. Kerapatan tanaman penaung yaitu sekitaran 25 persen dari keseluruhan populasi kopi.

Ø Bahan Tanam serta Pembibitan

a) Varietas yang sekarang ini dipakai oleh beberapa petani Kintamani di daerah IG yaitu : kopyor (atau B1), S795, Kartika ataupun Kobra, USDA 762. Telah ditetapkan kalau varietas yang dipakai disini dapat tetaplah tinggal di kebun-kebun.

b) Untuk tanaman-tanaman type baru :

i. Pembibitan dapat dikerjakan segera oleh Subak Abian maupun dibeli dari leveransir yang bersetifikat atau di terima dari Dinas Perkebunan.

ii. Daftar dari varietas-varietas yang memperoleh otorisasi di keluarkan oleh Orang-orang Perlindungan Tanda-tanda Geografis, dibantu oleh PPKKI serta Dinas Perkebunan, yang bakal diperbaharui apabila dilihat butuh.

iii. Untuk tanaman-tanaman baru, telah ditetapkan kalau varietas Kobra serta Kartika dilarang dipakai. Pada th. 2007, varietas-varietas yang diperbolehkan untuk tanaman-tanaman kopi IG Kintamani Bali baru yaitu : kopyor, S795 serta USDA 762.

Ø Pemeliharaan Tanaman

a) Pemupukan tanaman dikerjakan 1 (satu) th. 2x dengan memakai pupuk kandang yang datang dari kotoran sapi yang diternakan oleh petani sendiri atau dibeli. Dengan hal tersebut kesuburan tanah tetaplah stabil lantaran tak berlangsung pergantian struktur serta susunan tanah. Diperbolehkan pemakaian kompos tanaman sayur, namun pupuk kimia sekalipun dilarang dipakai untuk Kopi Kintamani Bali IG.

b) Pemangkasan kopi dikerjakan lewat pangkasan bentuk berbatang tunggal dengan ketinggian sekitaran 180 cm. selain awal pangkasan bentuk, dengan cara teratur juga diselenggarakan pangkas terlepas panen, wiwil kasar serta wiwil halus.

c) Ingindalian hama penyakit utama. Hama penyakit utama yang ada pada kopi Kintamani yaitu : Nematoda, penggerek buah kopi serta penggerek cabang. Ingindalian hama/penyakit dikerjakan lewat system PHT (Ingindalian Hama/penyakit dengan cara Terpadu) dengan memakai musush-musuh alami serta agensia hayati, tanpa ada pemakaian pestisida.

d) Penyusunan penaung
Kopi IG Kintamani Bali di tanam dibawah pohon penaung. Penaung yang paling banyak dipakai yaitu dadab, lantaran dadab gampang ditanam lewat stek, gampang dipangkas serta adalah sumber makanan untuk ternak sapi peliharaan petani. Langkah umum kopi Arabika di Kintamani agak tahan pada cahaya matahari hingga naungannya cukup sedang-sedang saja.

e) Diversifikasi Tanaman
Lantaran pemilikan yg tidak demikian luas, petani perkebunan kopi di lokasi Kintamani punya kebiasaan lakukan usaha diversifikasi horizontal, baik dengan tanaman lain sperti jeruk ataupun ternak intinya yakni sapi. Usaha diversifikasi seperti ini selain dapat tingkatkan pendapatan petani persatuan luas dapat juga sediakan pupuk organic dari kotoran serta sampah kandang sapi untuk tanaman kopi, yang dapat mendorong pengelolaan dengan cara organic pada tanaman kopi di Kintamani

f) Di pagar tanaman kopi, rumput dapat ditanami. Ini bakal memberi sumber pakan sapi, selain daun-daunan dari pohon penaung umpamanya dadap. Tetapi diantara pohon-pohon kopi ini rumput liar mesti dibikin bersih.

Cara sistem/pemrosesan

Pemrosesan kopi pada umumnya bisa dibagi jadi 2 yakni pemrosesan langkah kering (Dry Process-DP) serta pemrosesan dengan cara basah (Wet Process-WP). Untuk kopi IG Kintamani Bali dibutuhkan pemrosesan dengan cara basah.

Dibagian ini beberapa langkah yang tidak sama dari sistem bakal dibicarakan, dengan kriteria spesial untuk kopi IG Kintamani Bali.

Ø Panen
Pemrosesan dengan cara basah mesti diawali dengan pemetikan yang benar. Panen mesti dikerjakan lewat cara waspada serta dengan cara manual yakni pemetikan dengan tangan. Maksudnya yaitu untuk memperoleh minimum 95% gelondong merah, optimal 5% gelondong kuning, tetapi sekalipun tidak ada gelondong hijau atau hitam. Persentase ini dapat di check di pintu masuk unit pengolah. Cuma gelondong yang disortasi dengan cara benar dapat di proses untuk memperoleh kopi IG.

Pemrosesan kopi jadi HS serta Ose

– Untuk meyakinkan ada kwalitas paling baik serta untuk menghindari rusaknya pada gelondong merah, hasil petik ini mesti diserahkan ke pabrik atau unit pemrosesan hari itu juga serta diolah s/d jam 24. 00 (jam 12 malam).

– Pas sesudah tibanya gelondong merah, disortasi dengan cara manual dengan perambangan. Gelondong yang mengapung di hilangkan atau di proses diluar tetapi tak digabung dengan yang bakal jadi kopi Kintamani Bali IG.

– Pengelupasan ini dikerjakan memakai mesin pengelupas mekanik memakai air bersih. Kemudian biji kopi dirambang serta biji yang mengapung dipisahkan. Fermentasi dikerjakan dengan cara alamiah serta prima tidak ada kulit buah serta kopi gelondong didalam bak fermentasi. Akhir dari pencucian yaitu penjemuran dengan cahaya matahari di susunan yang tidak tebal serta diatas para-para. Penjemuran mesti dikerjakan hingga kandungan air meraih 12% yang umumnya berjalan sepanjang lebih kurang 14 hari.

– Unit-unit pengolah (mesin, tangki untuk fermentasi, kanal serta tanah) mesti dibikin bersih sehari-hari, pas sesudah pemrosesan.

– Kopi HS kering yang dihasilkan mesti disimpan di karung yang baru sepanjang minimum 2 bln. tempat pemrosesan, oleh subak abian atau uni pemrosesan swasta. Sesudah penyimpanan ini, kopi HS dapat di jual segera atau dikerjakan pengerebusan. Penggerebusan (memakai mesin huller) bisa dikerjakan oleh unit pemrosesan atau konsumen kopi HS, serta di semua Bali juga, tidak cuma di daerah Kintamani.

Ø Persiapan lot sebelumnya ekspor

Sesudah penggerebusan, kopi mesti disertasi untuk penuhi kriteria-persyaratan pasar specialty coffee (kopi spesial) :

– Nilai cacat fisik kurang dari 5 per 300 gr, menurut standard SCAA (Specialty Coffee Association of America).

– Ukuran biji kopi semakin besar atau sama juga dengan ukuran “16”.
Cara penyangraian serta penjualan eceran

– Sistem penyangraian/bubuk mesti dikerjakan dalam keadaan yang bagus serta mesti bisa menjaga mutu baik biji kopi. Referensi untuk kopi Kintamani IG yaitu penyangraian menengah.

– Pengepakan (packaging) mesti dapat menanggung kesegaran serta mutu. Untuk kopi Kintamani Bali IG mesti dipakai satu paket dengan tiga lapis penutup, dengan katup satu arah.

Cara kontrol serta keterunutan

Untuk menanggung ada kredibilitas kopi IG Kintamani Bali, sudah dibuat satu gagasan ingindalian serta keterunutan. Gagasan ini mempunyai tujuan untuk :

– Pemenuhan ketentuan-aturan buku kriteria

– Asal product atau keterunutan

– Product : mutu product (tak ada kecacatan) serta kekhasan produk

Kontrol atas pemenuhan ketentuan-atauran dalam buku kriteria
Kontrol dikerjakan dari mulai budidaya s/d pemrosesan yang terbagi dalam di bawah ini :

– Kontrol mandiri (auto kontrol)

– Kontrol oleh subak abian

– Kontol oleh MPIG

Kontrol Pertamanan (Budidaya)

Kontrol mandiri
Semasing produsen mesti mengecheck kalau satu kebun penuhi atiran dalam buku kriteria salah satunya pohon penaung, varietas, kerapatan, pemeliharaan, dan lain-lain.

Kontrol oleh subak abian
Tiap-tiap th. ketuia subak abian mesti memberikan keyakinan kalau buku kriteria dipenuhi oleh kebun-kebun anggotanya serta mesti melapor pada orang-orang perlindungan tanda-tanda geografis (MPIG).

Kontrol oleh MPIG
Tiap-tiap th. bln. april MPIG pilih dengan cara acak 5 SA serta mengecheck pemenuhan buku kriteria dikebun mereka sepanjang 2 hari/SA (hingga diperlukan 10 hari untuk kontrol ini).

Kontrol pemrosesan

Kontrol oleh subak abian/unit pemrosesan atau kontol mandiri

Di dalam tiap-tiap unit pemrosesan ada 1 orang yang ditugaskan mengontrol sistem sehari-hari salah satunya :

– Gelondong merah yang bakal di proses berasala dari produsen terdaftar

– Persentase gelondong merah cukup 95%

– Pengupasan kulit dikerjakan pada hari yang sama waktu petik hingga jam 12 malam

– Fermentasi dikerjakan sepanjang 12 atau 36 jam

– Pengeringan dikerjakan di atas parrpara atau terpal serta tak bisa menyentuh tanah segera. Kandungan air hasil pengeringan mesti pas pada 12-14% yang di check memakai alat ingindali kandungan air yang disetel dengan baik.

– Kebersihan unit pengolah

Leave a Reply