Sejarah Lengkap Mengenai Kopi Flores Bajawa

Kopi Flores Bajawa – Bagi anda para penggemar kopi pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kopi torabika, kopi toraja, kopi luwak dan kopi-kopi terkenal lainnya. Namun apakah anda sudah mengenal dengan yang namanya kopi flores bajawa?

Jika anda belum mengetaui kopi ini maka anda bisa membaca artikel berikut ini.

Baca juga artikel mengenai green coffee dan kopi hijau.


1. Sejarah Kopi Flores Bajawa


Pixabay.com

Pixabay.com

Flores yaitu satu diantara sisi dari negara Indonesia sisi Timur. Satu diantara daerah di kepulauan Flores populer dengan hasil kopi nya yang sudah menebar nyaris keseluruh dunia. Daerah itu yaitu Bajawa.

Bajawa datang dari kata Bhajawa, yang datang dari dua kata “Bha” serta Jawa”. Bha mempunyai artik “piring”, serta Jawa mempunyai makna “perdamaian”. Bhajawa mempunyai makna sebagai piring perdamaian atau daerah yang mengawali perdamaian untuk mempersatukan keseluruhnya Flores jadi utuh.

Belanda saat itu susah mengatakan kata “Bhajawa”, hingga mereka banyak menyebutnya dengan “Bajawa”. Lalu nama Bajawa ini sudah jadi satu nama daerah resmi yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia untuk Flores.

Flores Bajawa mempunyai daerah yang subur serta alami. Kopi Flores yaitu kopi dengan type Arabika. Perkebunan kopi di Bajawa mempunyai ketinggian di atas 1300 mtr. di atas permukaan laut. Makin tinggi daerah perkebunan jadi kopi yang dihasilkan bakal makin baik.

Semua kopi Flores Bajawa lewat sistem organik, tanpa ada bahan kimia. Ini satu diantara argumen kenapa kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat serta harum. Pemerintah setempat juga begitu mensupport beberapa petani kopi di Flores. Mereka selalu membina supaya dapat membuahkan kopi dengan kwalitas ekspor serta paling baik, serta kelihatannya ini telah termasuk berhasil, lantaran saat ini Flores jadi penyumbang ekspor kopi yang besar untuk Indonesia.

Seperti kopi daerah Indonesia Timur biasanya, kopi Flores mempunyai citarasa yang kuat atau strong. Diluar itu, kopi Flores juga mempunyai harum yang kuat. Jumlah kopi Specialty yang di hasilkan tak sejumlah dari daerah Sumatera. Hal semacam ini bikin kopi Flores Bajawa mempunyai harga yang lebih mahal dari kopi daerah Sumatera.

Saat ini kopi Flores sudah diekspor nyaris keseluruh dunia. Ekspor paling banyak ke Amerika. Warga Amerika serta Eropa begitu suka pada citarasa kopi yang kuat. Th. ini keinginan Ekspor kopi Flores Bajawa ke Amerika meraih 1000 ton, tetapi kita baru dapat penuhi ekspor sejumlah 300 ton saja. Bukan sekedar Amerika, kopi Flores juga diburu oleh Eropa, tetapi kita belum dapat penuhi semua keinginan mereka lantaran memanglah jumlah nya masihlah begitu terbatas.

Sebagian waktu lalu pemerintah Indonesia juga sudah mengambil keputusan Tanda-tanda Geografis (IG) untuk daerah Bajawa. Hal semacam ini bikin kopi Bajawa layak dikatakan sebagai kopi single origin. Kopi Single Origin mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding kopi yang datang dari banyak daerah serta digabung lantas di jual ke market.

Kopi Flores Bajawa jadi satu diantara kopi paling baik Indonesia yang perlu anda cicipi. Kami dari JPW Coffee jual kopi Flores Bajawa Specialty Grade. Kami cuma jual kopi special dengan defect di bawah 4%, yang berarti kopi yang kami jual diisi biji kopi paling baik tanpa ada cacat. Cacat dalam biji kopi dapat seperti biji berlubang, biji hitam, biji pecah, ada kotoran-kotoran, serta lain lain.


2. Spesifikasi Kopi Flores Bajawa


Bajawa yaitu daerah di Flores, Nusa Tenggara Timur. Di Flores ada dua daerah penghasil kopi paling besar yakni Bajawa serta Manggarai. Dari survey yang kami kerjakan, kopi Bajawa mempunyai kwalitas yang tambah baik dari Manggarai, oleh karenanya kami mengambil keputusan jual Kopi Arabika Flores Bajawa sebagai satu diantara varian.

Dareah di Bajawa termasuk juga lingkungan alam yang masihlah murni, belum ternoda oleh polusi serta dunia luar. Kopi Flores Bajawa nyaris seluruhnya adalah kopi Organik. Perkebunan kopi di Bajawa telah ada mulai sejak jaman Belanda dahulu, banyak pula bangungan peninggalan Belanda didaerah ini.

Bajawa datang dari dua kata : “Ba” yang bermakna piring, serta “Jawa” yang bermakna perdamaian atau tanah Jawa. Bajawa sendiri bermakna Piring Perdamaian. Kopi Arabika Flores Bajawa saat ini mulai dikelola dengan cara serius oleh pemerintah lantaran mempunyai potensi yang tinggi. Sangat banyak industri Kopi Amerika serta Eropa yang tertarik pada kekhasan aroma serta rasa dari Kopi Arabika Flores Bajawa

Kami jual Kopi Flores Bajawa lantaran kami menginginkan memperkenal kopi istimewa ini pada dunia. Banyak pula konsumen yang belum tahu apakah itu Flores Bajawa, serta banyak dari mereka yang masihlah menyangsikan pada kwalitas Kopi Flores Bajawa, tetapi sesudah mereka coba, semua terasa terperanjat dengan aroma serta rasa-rasanya yang unik.

Kopi Arabika Flores Bajawa yang kami jual mempunyai aroma Nutty serta Caramel yang kuat. Tingkat keharuman yang tinggi bikin kopi Bajawa kami jadi demikian menggoda, semua ruang harum dibuatnya.

Dari sisi rasa, Kopi Arabika Flores Bajawa kami mempunyai ciri-ciri rasa Nutty, Orange, serta Chocolate. Kombinasi ketiga ciri-ciri ini bikin banyak pelanggan kami ketagihan, meraka berasumsi rasa-rasanya unik serta begitu nikmat.

Dengan tingkat Acidity serta Body yang medium, Kopi Arabika Flores Bajawa kami pas untuk semuanya kelompok lantaran rasa-rasanya yang balance.

Di ambil dari dataran tinggi Bajawa, daerah Flores, Nusa Tenggara Barat.

Ketinggian kian lebih 2000 di atas permukaan laut.
Kandungan air 12-13%.
Green bean defect 5%.
Stock green bean meraih 10-15 ton per bln., bisa ditingkatkan sesuai sama kebutuhan.
Terima pembelian partai kecil serta besar.
Siap supplai kopi ke Cafe, Coffee Shop, Hotel, Restorant serta Personal.
Siap ekspor ke semua dunia (JPW Coffee telah mempunyai ijin ekspor resmi dari pemerintah).


3. Budidaya Kopi Flores Bajawa


Bududidaya kopi di Manggarai Raya sebagai sentra kopi paling utama di Propinsi Nusa Tenggara Timur telah di dukung unit pemrosesan hasil kopi mulai sejak th. 2005. Instansi itu bertindak mengarahkan petani kopi, terlebih pemrosesan hasil panen supaya berorientesi ekspor. Tetapi, hingga saat ini akhirnya masihlah jauh dari harpan, bahkan juga jadi ironi.

Di Manggarai Raya yang mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, serta Manggarai Timur, mulai sejak awal terbentuk 8 unit pemrosesan hasil (UPH) kopi dengan beragam sarana pendukung, seperti mesin pengupas kulit serta pemasak kopi. Kedelapan UPH itu ada di Manggarai 6 unit serta di Manggarai Timur 2 unit.

Ketika yang sama, di daerah tetangga Manggarai, yakni Kabupaten Ngada, cuma satu unit, yakni UPH Kopi Arabika Flores Bajawa atau AFB Fa Saat lantaran sentra kopinya terbatas. Dari sembilan kecamatan di kabupaten ini, potensi menyebar cuma di Kabupaten Bajawa serta Golewa.

Dalam perjalanannya, kehadiran komoditas kopi di Manggarai Raya malah memperlihatkan muka ironi, terlebih di Manggarai Timur yang sampai saat ini tetaplah menyandang predikat sentra paling utama, bahkan juga induk budidaya kopi di NTT. Perubahan di lokasi ini malah ketinggalan dari daerah penyusulnya, Ngada.

Misalnya, waktu diekspor, kopi produksi Manggarai Raya mesti menumpang atau berhimpun dengan komoditas semacam asal Ngada. Walau sebenarnya, di kabupaten tetangga itu produksinya cuma sekitaran 500 ton. Petani Ngada juga mengetahui budidaya kopi dari Manggarai Raya. Th. 2010, produksi kopi dari Manggarai Raya meraih 6. 500 ton.

Dari segi budidaya kopi, Ngada memanglah mengagumkan kebangkitannya. Kopi dihasilkan dari kebun rakyat mulai sejak enam th. lantas itu dapat menembus pasar ekspor sampai Amerika Serikat (AS). Mereka memanglah baru dapat penuhi 300 ton dari keinginan sekitaran 1. 000 ton pertahun.

Walau sebenarnya, sesungguhnya sampai awal th. 2000 kopi produksi rakyat Ngada belum jadi buruan pedagang atau eksportir. Mutu kopinya masihlah jelek, seperti kotor, berwarna keputihan, berkadar air tinggi, atau beberapa gosong. Tetapi, keadaannya saat ini berbalik.
UPH Wela Waso

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, serta Perternakan Kabupaten Manggarai Timur Donatus Datur dan Kepala Dinas Kehutanan serta Perkebunan Kabupaten Manggarai Apri Laturake mengaku, mutu kopi rakyat di daerahnya masihlah jauh dari standard ekspor. Hal semacam ini berlangsung lantaran sistem pemrosesan hasil panen yg tidak mencukupi.

Di Manggarai Timur, dua UPH yang telah terbentuk mulai sejak awalkini sama selkali tidak berbekas. Di Manggarai, dari 6 UPH yang ada, tersisa 1 UPH yang termasuk aktif walau tidak seaktif UPH di Ngada. Unit itu yaitu UPH Wela Waso di Kelurahan Waso.

Kelurahan Waso di hulu kota Ruteng sampai th. 1994 mempunyai areal kebun kopi seluas 125 hektar. Lantaran harga kopi selalu turun, beberapa petani meninggalkan budidaya kopi sampai luas lahannya selalu berkurang akibat pakar manfaat.

Yohanes Wejang, bekas Lurah Waso serta mulai sejak th. 2005 jadi Ketua UPH Wela Waso, mencatat tempat kebun kopi di wilayahnya sampai tujuh th. lantas sekitaran 50 hektar. Bermakna, sekitaran 75 hektar yang lain berpindah manfaat atau ditelantarkan demikian saja lantaran budidaya kopi dinilai tidak lagi menjanjikan keuntungan.

“Belakangan atau menyusul hadirnya UPH, petani baru mulai bergairah kembali menanam atau menjaga kopi mereka. Areal tanam juga perlahan-lahan jadi tambah. Saat ini UPH Wela Waso di dukung areal kopi sebesar 60 hektar punya 60 petani, ” papar Yohanes di Ruteng, akhir Juli lantas.

Berbarengan UPH, budidaya kopi serta pemrosesan hasil panen dengan cara ketat diarahkan supaya berstandar ekspor. Yohanes mengaku, memanglah tidak semua hasil panen berbentuk buah kopi gelondongan yang bisa di proses sampai berstandar ekspor. Tetapi, dari beberapa hasil olahan berstandar ekspor segera dihargai begitu tinggi, dapat 2 x lebih mahal dari kopi asalan. Kesaksian itu bikin petani dengan cara perlahan-lahan kembali bergairah berkebun kopi.

UPH Wela Waso mulai sejak lima th. lantas membuahkan biji kopi berstandar ekspor sekitaran 1 th. per th.. Komoditas itu di pasarkan Rp 50. 000 per kg yang bermakna 2 x lebih tinggi dibanding harga kopi asalan Rp 25. 000 per kg.

Untuk Yohanes, catatan itu semestinya jadi input bernilai supaya petani tetaplah giat membudidayakan kopi. Ia senantiasa berikan motivasi petani anggotanya kalau berkebun kopi tetaplah menjajikan. Prasyaratnya, tanaman tak terkontaminasi pupuk kimia ditambah sistem pemrosesan hasil panen sesuai sama tips petugas serta eksportir.

Seperti dikerjakan banyak petani di Manggarai Raya, buah kopi telah dipetik sebelumnya betul-betul masak. Hasil cuplikan itu lantas ditumbuk atau digiling untuk mengupas kulit luarnya. Setelah itu biji kopi dijemur seadanya serta ditumbuk atau digiling kembali untuk membuahkan kopi siap jual. “Pedagang, termasuk juga eksportir, gampang mempermainkan harga bila sistem pemrosesannya masihlah tradisional, ” papar Yohanes, bapak dari lima anak itu.

Demikian sebaliknya, budidaya, termasuk juga pemrosesan kopi bertujuan ekspor, mengharuskan 100 % organik, kopi yang dipetik cuma buah yang telah berwarna merah darah, disortir, serta digiling untuk memisahkan kulit luarnya. Hasil gilingan difermentasi atau diendapkan dalam wadah tertutup sepanjang 36 jam, lantas dijemur diatas tenda spesial sampai menyisahkan kandungan air tidak kian lebih 12 %.

Menurut Suharman, Manajer PT Indocom Citrapersada Surabaya Perwakilan Flores, di Ruteng, petani tetaplah mencapai keuntungan bila kopinya termasuk juga kelompok ekspor. Prasyaratnya, budidaya kopi termasuk juga pemrosesan hasil panennya ikuti eksportir serta penjaga tehnis.

Leave a Reply