Bukan Hanya Begal, Namun Lampung Juga Terkenal dengan Kopinya

Kopi Lampung – Jika anda sedang berjalan-jalan di kota Lampung, jangan lupa untuk mencoba kenimkatan kopi Lampung.

Kopi Lampung memiliki cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan kopi-kopi lainnya seperti kopi luwak, kopi torabika, green coffee, kopi toraja dan lainya.

Jika anda penasaran dengan kenikmatan kopi Lampung anda bisa membaca artikel berikut sebelum mencoba membelinya, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang ingin mencoba green coffee bisa memesannya dijual green coffee.


1. Pengertian Kopi Lampung


Pixabay.com

Pixabay.com

Kopi Lampung cukup layak digolongkan sebagai satu diantara kopi paling baik Indonesia lantaran kelebihan aroma serta rasa-rasanya yang khas. Type kopi yang dibudidayakan oleh umumnya petani kopi di daerah lampung yaitu type Kopi Robusta. Beberapa besar perkebunan kopi Lampung di dataran tinggi Lampung adalah perkebunan rakyat yang terpusat di daerah Lampung Tengah, Lampung Barat, serta daerah Tanggamus.


2. Budidaya Kopi Lampung


Sumberjaya yaitu nama satu kecamatan di lokasi Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, yang pada th. 2000 dimekarkan jadi dua kecamatan yakni, Kecamatan Sumberjaya serta Kecamatan Way Tenong. Dalam tulisan ini daerah Sumberjaya merujuk pada kondisi sebelumnya th. 2000, yakni terdiri atas 28 desa dengan keseluruhan luas lokasi 54. 194 hektar atau 10, 9% dari keseluruhan luas Kabupaten Lampung Barat.

Lokasi yang berpenduduk mendekati 90, 000 (pada th. 2000) adalah daerah produsen kopi robusta. Beberapa besar masyarakat bekerja pada bidang pertanian, terlebih bercocok tanam kopi serta kebun kombinasi. Sumbangan budidaya kopi pada aktivitas ekonomi masyarakat tak terbatas pada hasil produksi kopi semata, walau demikian juga terbukanya lapangan pekerjaan di bidang perdagangan serta layanan (pengangkutan).

Budidaya kopi di Sumberjaya alami perubahan cepat pada dekade 70an serta 80an. Analysis pada pergantian pemakain tempat, tunjukkan kalau luas lokasi berhutan di daerah itu alami penurunan cukup tajam pada dua dekade itu, yakni dari 60% pada th. 1970 jadi 13% pada th. 1990 (Ekadinata, 2002).

Yang menarik yaitu kalau penurunan luas lokasi berhutan itu diiringi oleh pelebaran kebun kopi, bahkan juga didalam lokasi rimba lindung serta taman nasional. Diluar itu, pelebaran kebun kopi itu berjalan bersamaan ” dengan membaiknya harga kopi dunia pada saat itu (Harga kopi Robusta pada th. 1970 serta 1980 meraih semasing US $3. 26 per kg serta US $ 4. 12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).

Seakan ada jalinan pada membaiknya harga kopi dunia dengan pelebaran kebun kopi di Sumberjaya. Budidaya kopi di Sumberjaya yang umumnya dikerjakan oleh keluarga petani dengan taraf kecil (kurang dari 3 ha), diawali dari langkah tradisional dengan praktik peladangan beralih oleh beberapa perintis etnis Semendo dari Sumatra Selatan, kian lebih satu era waktu lalu.

Huitema (1935, diambil Verbist 2000) menulis kalau pada th. 1880, komoditas kopi telah di kenal di daerah ini. Bahkan juga satu diantara desa tertua di Sumberjaya, Desa Sukajaya, yaitu desa pertama di Sumberjaya yang di bangun oleh beberapa pendatang etnis Semendo pada th. 1891.

Awal mulanya beberapa perintis itu merubah rimba jadi kebun kopi lewat cara tebas bakar. Pengelolaan kebun kopi dengan konsumsi rendah dikerjakan cuma oleh tenaga kerja keluarga terbatas pada pemeliharaan tanaman kopi pada fase perkembangan. Mereka umumnya bakal buka kebun kopi yang baru ketika kebun kopi yang ada telah ” melalui saat ngagung (Ngagung arti lokal yang bermakna melimpah.

Dihubungkan dengan hasil kopi, arti ngagung cuma berlaku ketika kebun kopi alami produksi paling tinggi mulai sejak ditanam ; umumnya berlangsung ketika tanaman kopi berusia pada 6-7 th..) atau kebun kopi telah menyusut akhirnya.

Type kopi yang dibudidayakan waktu itu yaitu type Arabica serta Liberia. Walau demikian, lantaran serangan hama karat daun (blast diseases) atau Hemelia vastarix yang menghancurkan perkebunan kopi di semua Indonesia (Di sampaikan oleh Mark Hanuzs (penulis “A Cup of Java”, 2003) dalam wawancara dengan Majalah Mingguan GATRA, No. 47 th. IX, 11 Oktober 2003, pp 47-53), mulai sejak th. 1911, type Robusta yang diakui lebih tahan pada serangan hama penyakit daripada type Arabica, mulai menukar ke-2 type terlebih dulu (Huitema, 1935).

Dalam perubahannya, berlangsung pergantian pola budidaya kopi bersamaan dengan meningkatnya jumlah masyarakat migran dari Jawa serta beberapa tempat lain di Propinsi Lampung, di daerah ini. Pada th. 1920an dengan masuknya tenaga kerja wanita suku Jawa untuk pemeliharaan kebun kopi, beberapa perintis budidaya kopi di Sumberjaya terdorong untuk memperluas kebun kopi dengan buka rimba di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Pada awal th. 1950an Sumberjaya jadi daerah tujuan program transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan veteran perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000).

Perpindahan veteran perang ini lalu diikuti oleh gelombang migrasi spontan dari Jawa serta daerah lain di serta sekitaran provinsi Lampung. Beberapa veteran perang serta beberapa migran spontan itu memberi peran yang cukup bermakna dalam pelebaran perkebunan kopi rakyat serta pengembangan teknologi budidaya kopi di daerah ini. Misalnya, tekhnik bercocok tanam kopi yang lebih permanen lewat cara pengelolaan tanah yang tambah baik (ingindalian gulma serta pemupukan) serta pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas serta lain sebagainya).

Perubahan lain yang butuh dicatat yaitu ada kecenderungan untuk tingkatkan produtivitas per unit tempat dengan penambahan intensitas pengelolaan tempat, terutama sesudah masuknya beberapa migran suku Jawa. Umpamanya : usaha konservasi tanah dengan pembuatan rorak, lubang angin ataupun gulud ; praktik berkebun kombinasi di kebun kopi dengan menanami beragam tanaman tahunan (baik kayu maupun buah-buahan) sebagai tanaman pelindung kopi ; serta usaha penambahan produksi kopi lewat cara melakukan perbaikan varietas tanaman kopi lewat okulasi.

Praktek-praktek itu terkecuali diadopsi dari praktik pengelolaan kebun di Jawa juga di pengaruhi petugas penyuluh lapangan dari Dinas Perkebunan serta proses program reboisasi serta penghijauan oleh dinas berkaitan.

Perambahan lokasi rimba lindung serta taman nasional untuk budidaya kopi juga memberi warna perubahan budidaya kopi di Sumberjaya, serta menyebabkan permasalahan sosial yang serius. Usaha penyelesaian dengan cara selesai susah dikerjakan, bahkan juga usaha yang pernah dikerjakan juga menghasilkan masalah baru (Kusworo, 2000 ; Budidarsono et al., 2000 : 1-2).

Usaha-usaha untuk menghindar pelebaran kebun kopi ke lokasi rimba negara pernah dikerjakan lewat program penghutanan kembali.

Usaha ini tak saja menghasilkan perlawanan orang-orang serta ” menyengsarakan masyarakat (Kusworo (2000) dalam kajiannya mengenai sengketa lokasi rimba di Lampung diantaranya menerangkan kalau pada awal th. 1980an di Sumberjaya dilancarkan program penghutanan kembali lokasi rimba lindung yang telah dipakai masyarakat untuk berkebun kopi mulai sejak th. 1950an lewat cara memotong serta mencabuti pohon kopi serta menggantikannya dengan Kaliandra (Caliandra calothirsus) dan memindahkan dengan cara paksa masyarakat yang bermukim di lokasi rimba lindung), walau demikian kian lebih itu, ” usaha itu tak kurangi ketertarikan petani petani untuk tetaplah bercocok tanam kopi di lokasi ini. Pengalaman tunjukkan kalau daya tarik budidaya kopi di Sumberjaya tambah lebih kuat dibanding dengan usaha-usaha pemerintah untuk menghindar pelebaran kebun kopi kedalam lokasi rimba lindung.

Seperti nyatanya dalam krisis ekonomi pada 1998 – 2000 waktu lalu, perambahan rimba untuk budidaya kopi kembali meluas serta rimba lindung yang telah dihutankan kembali juga di buka lagi untuk kebun kopi.

Penerbitan Surat Ketentuan Menteri Kehutanan No. 31/Kpts-II/2001 mengenai penyelenggaraan Rimba Kemasyarakatan (HKm) adalah terobosan untuk menjawab masalah pelik diatas.

Surat Ketentuan itu memberi kesempatan pengelolaan serta pemakaian lokasi rimba negara untuk orang-orang manfaat pemberdayakan kehidupan mereka tanpa ada mengganggu manfaat pokoknya. Lewat skema HKm, aktivitas pengelolan rimba negara diarahkan untuk memaksimalkan faedah rimba untuk kesejahteraan orang-orang dengan cara luas lewat pemakaian tempat, layanan lingkungan, serta ekstraksi hasil kayu serta non kayu.

Bersamaan dengan itu, mereka yang peroleh faedah dalam skema HKm, diharuskan untuk melindungi, melakukan perbaikan serta menjaga manfaat rimba lindung dengan mengaplikasikan praktik konservasi dalam pemakaian lokasi rimba.


3. Manfaat Kopi Lampung


Berikut manfaat kopi Lampung bagi kesehatan anda :

a. Menghindar penyakit saraf. Peminum kopi berkafein condong akan tidak meningkatkan penyakit Alzheimer serta Parkinson. Kandungan anti-oksidan didalam kopi bakal menghindar rusaknya sel yang dikaitkan dengan Parkinson. Sedang cafein bakal menghalangi peradangan didalam otak, yang sering dihubungkan dengan Alzheimer.

b. Membuat perlindungan gigi. Kopi yang memiliki kandungan kaein mempunyai kekuatan antibakteri serta antilengket, hingga bisa melindungi bakteri penyebabnya lubang menggerogoti susunan gigi. Minum kopi secangkir sehari-hari dapat dibuktikan bisa menghindar resiko kanker mulut sampai separuhnya. Senyawa yang diketemukan didalam kopi dapat juga membatasi perkembangan sel kanker serta rusaknya DNA.

c. Turunkan resiko kanker payudara. Mendekati saat menopause, wanita yang konsumsi 4 cangkir kopi satu hari alami penurunan resiko kanker payudara sebesar 38 %, sekian menurut satu studi yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition. Kopi melepas phytoestrogen serta flavonoid yang bisa menahan perkembangan tumor. Tetapi mengkonsumsi kurang dari 4 cangkir akan tidak memperoleh faedah ini.

d. Menghindar batu empedu. Batu empedu tumbuh saat lendir didalam kantong empedu memerangkap kristal-kristal cholesterol. Xanthine, yang diketemukan didalam cafein, bakal kurangi lendir serta resiko penyimpanannya. Dua cangkir kopi atau lebih sehari-hari bakal menolong sistem ini.

e. Membuat perlindungan kulit. Mengkonsumsi 2-5 cangkir kopi sehari-hari bisa menolong turunkan resiko kanker kulit nonmelanoma sampai 17 %. Cafein bisa meningkatkan kulit untuk membunuh beberapa sel prakanker, serta hentikan perkembangan tumor.

f. Menghindar diabetes. Orang yang konsumsi 3-4 cangkir kopi reguler atau kopi decaf (dengan kandungan cafein yang dikurangi) bakal turunkan resiko meningkatkan diabetes type II sampai 30 %. Asam klorogenik bisa menolong menghindar resistensi insulin, yang disebut tandanya ada penyakit ini.

One Response

  1. rani yulianty Agustus 19, 2016

Leave a Reply