Kopi Lanang, Peningkat Vitalitas Pria

Kopi Lanang – Bagi para pria vitalitas merupakan salah satu hal yang paling mereka jaga, oleh karena itu banyak dari mereka yang berusaha mencari banyak cara untuk tetap menjaga vitalitas mereka.

Jika anda juga ingin mendapatkan vitalitas yang kuat maka anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi kopi lanang.

Berikut penjelasannnya secara lengkap.


1. Pengertian Kopi Lanang


Pixabay.com

Pixabay.com

Kopi lanang? pernah dengar tidak guys dengan kopi ini? Kopi lanang umum dimaksud dengan peaberry coffee. Kopi lanang tak mesti di nikmati “wong lanang” saja (sebutan pria dalam bhs jawa, red). Sayangnya, belum beberapa orang yang tau dengan type kopi ini. Kopi lanang yaitu type kopi yang begitu unik.

Mengapa disebutkan unik? Disebutkan unik lantaran kopi ini memanglah tidak sama dari kopi umumnya walau macamnya telah umum. Seperti yang anda ketahui, umunya kopi berbiji dua (dikotil), tetapi untuk type ini, biji kopinya cuma satu. Serta yang membuatnya istimewa lantaran jumlahnya yang begitu tidak sering.

Dalam sekali panen saja, kopi ini akhirnya amat sedikit, perbandinganya dari 50 kg biji kopi, sesudah disortir cuma ada 800 g biji kopi lanang. Prosesnyapun cuma berlangsung dengan cara alami serta tidak bisa direkayasa, diluar itu, kopi lanang ini memiliki citarasa yang lebih tinggi, aromanya juga lebih wangi serta rasa-rasanya lebih padat (full).

Kopi lanang berasal serta di produksi oleh perkebunan Malangsari, Kalibaru, Banyuwangi Jawa Timur. Terkecuali mempunyai biji yang unik, kopi ini banyak khasiatnya lho guys, salah nya ialah diakui dapat tingkatkan stamina pria, kemampuan serta menjernihkan fikiran.

Kopi lanang terbuat dari kopi murni (tanpa ada kombinasi) serta di proses dengan sistem pemrosesan tangan-tangan yang memiliki pengalaman. Kopi lanang begitu pas untuk golongan pria yang memerlukan stamina extra, serta memberi vitalitas jalinan suami istri. Dan pas untuk pekerja keras serta anda yang kerap lakukan kegiatan sampai larut malam

Sesungguhnya kopi lanang ini bukanlah varietas baru, kopi lanang dapat dihasilkan oleh pohon kopi type robusta ataupun arabika yang biasanya ditanam petani di Indonesia.

Berdasarkan sebagian pakar, kopi lanang terbentuk karena :

(1) penyerbukan yg tidak prima, karena itu satu dari dua bibit di dalam buah kopi jadi puso, hingga tersisa satu benih yang tempati ruang pada buah kopi, umumnya berlangsung pada penyerbukan bunga diujung cabang di mana putiknya sedikit rusak oleh terpaan angin atau masalah serangga ;

(2) ketidak seimbangan pengiriman zat makanan ketika pembuahan lantaran pohon alami stres, hingga bikin perkembangan biji kurang prima ;

(3) kelainan genetika. Oleh karenanya, tak ada pohon kopi yang 100% menghasilkan kopi lanang, umumnya produksi kopi lanang sekitar 2–5% dari keseluruhan produksi buah kopi keseluruhnya. Hingga untuk memperoleh kopi lanang mesti lewat sistem yg tidak gampang, mesti lewat sistem penyortiran biji kopi dari yang jumlahnya meraih beberapa puluh ribu biji kopi. Karena kelangkaan serta kerumitan penyortirannya itu yang bikin kopi lanang lumayan mahal harga nya.

Sekarang ini di Indonesia telah terdapat banyak perkebunan kopi yang meningkatkan produksi kopi lanang, salah satunya PTP Nusantara XII Perkebunan Malangsari, di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, yang sebagian kavling kebunnya berniat di budidayakan spesial untuk membuahkan kopi lanang, di mana pada areal itu serangga penyerbuk mesti dikurangi dengan maksud supaya bunga kopi alami stres, hingga membuahkan buah dengan biji yg tidak normal.

Selain cara itu, kopi lanang umumnya banyak dihasilkan dari pohon kopi yang telah tua yang berusia 10 th. keatas, di mana bunga kopi di pohon kopi tua kerap tak memperoleh penyerbukan yang prima, hingga pohon kopi itu berpeluang membuahkan biji kopi lanang paling baik.

Untuk penikmati kopi, citarasa seduhan kopi lanang demikian halus dengan aroma serta taste yang 3 kali lebih kuat dari biji regulernya, dengan kandungan kafeinnya yang begitu tinggi hingga menyebabkan dampak tak gampang mengantuk untuk yang mengonsumsinya.

Untuk kalian penggemar kopi, begitu pas konsumsi kopi lanang ini lantaran kandungan caffeinnya begitu tinggi hingga tak gampang mengantuk selain citarasa kopinya demikian lembut, halus serta aroma yang khas. Walau kehadiran kopi lanang tidak seterkenal kopi luwak, tetapi nyatanya harga nya berkompetisi dengan harga kopi luwak.

Bahkan juga, pada type kopi lanang dari varietas kopi spesifik, harga nya dapat jauh menaklukkan kopi luwak. Kopi lanang cukup banyak pengagum karena rasa-rasanya serupa dengan kopi luwak.


2. Keunggulan Kopi Lanang Dibanding Kopi Lainnya


Pamor kopi lanang memanglah belum setenar kopi luwak. Citarasanya yang tidak kalah nikmat dibanding dengan kopi luwak menyebabkan kenaikan keinginan kopi memiliki bahan biji kopi berupa aneh ini. Tidak heran harga kopi lanang selalu melambung.

Dahulu kopi luwak mungkin saja jadi hanya satu kopi khas Indonesia yang dibanggakan negeri ini. Namun, terkecuali kopi yang diolah lewat saluran pencernaan luwak (musang) ini, diam-diam masihlah ada kopi khas lain yang juga berkwalitas. Namanya kopi lanang atau peaberry coffee. Sayang, belum beberapa orang tahu type kopi ini.

Kopi ini dimaksud lanang karena bentuk bijinya tidak sama dengan kopi biasanya. Lanang bermakna lelaki dalam bhs Jawa. Dimaksud sekian lantaran bentuk biji kopi ini tunggal serta bulat, tak terbelah seperti bentuk biji kopi biasanya. Walau sekian, sesungguhnya kopi ini bukanlah varietas baru.

Kopi lanang dapat dihasilkan oleh pohon kopi type robusta ataupun arabika yang biasanya ditanam petani di Indonesia. Menurut John M. Sianturi, yang memiliki CV Berhasil Tani di Sidikalang, Sumatra Utara, satu diantara produsen kopi, keinginan kopi lanang mulai nampak mulai sejak tiga th. silam.

Beberapa besar datang dari sebagian kota besar serta pusat wisata. Walau belum sejumlah kopi luwak, keinginan kopi lanang semakin bertambah. Sayang dia cuma dapat membuahkan sekitaran 300 kg (kg) kopi lanang, walau sebenarnya keinginan yang masuk dapat tiga kali lipatnya.

Keinginan kopi lanang yang tinggi bukanlah karena harga nya murah, lo. Asal tahu saja, harga jual kopi lanang di pasar nyaris setara dengan kopi luwak. John mengakui jual kopi lanang seharga Rp 140. 000–Rp 150. 000 per kg.

Bandingkan dengan harga kopi umum (arabika atau robusta) yang di jual sekitaran Rp 100. 000 per kg. Bahkan juga, di Bali, harga jual kopi lanang tambah lebih mahal. Menurut Wirawan Tjahjadi, yang memiliki PT Putra Bhineka Perkasa, produsen kopi di Bali, harga jual kopi lanang dapat meraih Rp 250. 000 per kg.

Di Pulau Dewata, keinginan kopi lanang memanglah cukup banyak. John mengakui banyak memasok kopi lanang Sidikalang ke sebagian konsumen di Pulau Bali. Umumnya, yang berminat yaitu usaha yang terkait dengan wisatawan asing (wisman). Selama ini, banyak wisman dari Korea Selatan serta Taiwan yang kebetulan tengah ke Bali, mencari kopi lanang sebagai oleh-oleh saat kembali pada negara aslinya.

Keadaan itu berbanding terbalik dengan pasar lokal. Peminat kopi lanang di pasar lokal memanglah belum banyak. Maklum, type kopi ini belum sangat di kenal. Wirawan katakan, baru beberapa dari orang-orang di Pulau Jawa tahu ada kopi lanang. Itu juga hanya dari kelompok beberapa pengagum kopi.

Nah, beberapa pengagum kopi dari luar negeri yang tambah lebih memahami bakal citarasa kopi lebih mengetahui type kopi ini. Mereka bahkan juga ikhlas beli dengan harga mahal untuk memperoleh citarasa paling tinggi. Menurut John, kopi lanang cukup banyak pengagum karena rasa-rasanya serupa dengan kopi luwak.

Terkecuali sarat dengan kandungan cafein, yaitu sekitaran 2, 1 %, beberapa orang meyakini kopi lanang bermanfaat memberi vitalitas golongan pria. Tetapi, sampai sekarang ini memanglah belum ada riset yang telah menunjukkan klaim itu.

Lantaran keunggulan yang dipunyai oleh kopi lanang ini, keinginan type kopi ini selalu bertambah. John katakan, keinginan dari Bali masihlah begitu tinggi. “Sebenarnya, berapakah juga kami dapat produksi pastinya akan ditampung, ” katanya.

Wirawan memberikan, harga jual kopi lanang yang sedemikian tinggi bukanlah jadi rintangan untuk beberapa customer. John mengakui hingga kewalahan memenuhinya. “Permintaannya hingga satu ton per bln.. Namun, kami belum mampu penuhi, ” katanya.

Keinginan ini baru datang dari wisatawan, belum dari kedai-kedai kopi premium yang saat ini menjamur di sebagian kota besar, seperti Jakarta.

Sepanjang empat bln. paling akhir, Wirawan mengakui cuma memperoleh supply sejumlah 250 kg satu bulan. Supply sesedikit ini telah meliputi hasil panen di perkebunan kopinya di daerah Kintamani, Bali, serta kiriman dari sebagian petani di Sumatra Utara. John juga menjelaskan pengalaman sama. Produksi kopi lanang dari kebun kopinya cuma sejumlah 300 kg satu bulan.

Volume produksi kopi lanang yang begitu minim ini memanglah cukup beralasan. Kopi lanang bukanlah dihasilkan oleh budidaya umum. Seperti perlakuan pada kopi luwak yang perlu khusus, kopi ini sesungguhnya tidak dapat dibudidayakan dengan cara spesial.

Kopi lanang sesungguhnya hasil sortiran kopi umum waktu panen. Bila Anda tertarik membudidayakan pohon kopi yang dapat membuahkan biji kopi lanang, terdapat beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi. Pertama, tempat penanaman mesti ada di ketinggian minimum 1. 500 mtr. diatas permukaan laut (dpl).

Daerah dingin, menurut John, bakal membuahkan biji kopi paling baik. Walau sebenarnya, tak semuanya petani kopi mempunyai tempat di ketinggian itu.

Prasyarat ke-2, petani mesti kurangi serangga penyerbuk. Ini mempunyai tujuan supaya bunga kopi alami stres hingga membuahkan biji kopi yg tidak normal. Namun, kata John, langkah budidaya ini belum banyak dikerjakan karena berisiko merugikan petani yang mengharapkan panen kopi normal.

Ketiga, kopi lanang umumnya banyak dihasilkan dari pohon kopi tua. Sayangnya, pohon kopi yang telah tua kerap ditebang lantaran dikira tak membuahkan biji kopi paling baik. Walau sebenarnya, menurut John, ketika berumur 10 th., pohon kopi itu berpeluang membuahkan biji kopi lanang paling baik.

Sebab, bunga kopi di pohon kopi tua kerap tak memperoleh penyerbukan yang prima. Mengakibatkan, lebih mungkin saja bakal berupa banyak biji kopi lanang.

Karenanya, John merekomendasikan, beberapa petani yang di kebunnya ada pohon kopi berusia tua menjaga pohon itu. “Justru itu bakal berikan nilai lebih pada petani, ” katanya. Walau hasil kopi sedikit, nilai jualnya jadi mungkin saja tambah lebih tinggi daripada kopi umum.


3. Kopi Lanang Sebagai Penambah Vitalitas


Orang-orang lereng Gunung Wilis di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengungkap resep penambah vitalitas pria dengan konsumsi biji kopi lanang. Resep itu rupanya sudah ada mulai sejak dahulu kala serta turun temurun.

Lantas, seperti apa biji kopi lanang? Kopi lanang atau peaberry coffee dalam sebutan dagang internasionalnya, memiliki bentuk yang tidak sama dengan biji kopi biasanya. Memiliki bentuk lebih bulat serta condong utuh tanpa ada terbelah.

Walau sebenarnya biasanya, buah kopi bila di buka kulit luarnya, senantiasa terbagi dalam dua belahan biji serta agak gepeng. Mungkin saja dari memiliki bentuk berikut lalu dikatakan sebagai kopi lanang. Lanang sendiri dalam bhs Jawa bermakna lelaki.

Kopi lanang bukanlah datang dari varietas tanaman kopi spesifik. Tiap-tiap type tanaman kopi baik robusta, arabika, maupun type yang lain, sangat mungkin membuahkan buah dengan biji berupa tunggal ini. Cuma saja, peluang ada kopi lanang pada setiap pohon kopi condong sedikit.

Banyak hal yang mengakibatkan terbentuknya kopi lanang, -sebagaimana diambil Tubuh Riset Tanaman Industri serta Penyegar (Balittri) Tubuh Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dari sebagian pakar dalam website resminya-, lantaran permasalahan penyerbukan yg tidak optimal akibat rusaknya putik lantaran masalah serangga maupun angin. Dapat pula lantaran malnutrisi ketika pembuahan, lantaran pohon telah tua maupun pohon alami stres. Atau, dapat juga akibat kelainan genetik.

Andri Setyo Widodo, Kepala Pengelola Argo Wilis, satu produsen pemrosesan kopi lanang yang ada di lokasi wisata Irenggolo di lereng Gunung Wilis menyampaikan, rata-rata dalam satu kg kopi umum, kandungan kopi lanangnya optimal cuma meraih 0, 5 ons saja.

“Jadi sesungguhnya kopi lanang itu datang dari sistem sortir kopi umum, bukanlah lantaran varietas tanaman spesial. Tetapi lantaran langkanya itu, harga nya juga jadi mahal, ” kata Andri akhir minggu lantas.

Sekarang ini, kehadiran kopi lanang memanglah belum sebombastis kopi luwak yang lebih dahulu jadi trend di kelompok orang-orang luas. Walau sebenarnya, dengan cara citarasa, kwalitas kopi ini tak jauh tidak sama dengan kopi yang dihasilkan sistem pencernaan hewan luwak itu. Bahkan juga kandungan kafeinnya dimaksud lebih tinggi yaitu 2, 1 %.

“Kopi lanang cuma di kenal di kelompok spesifik saja. Misalnya orang-orang sini yang yakin kopi lanang sebagai penambah vitalitas pria, “ tandasnya.

Lokasi Besuki di Kecamatan Mojo sampai kini di kenal sebagai satu diantara sentra penghasil kopi di Kabupaten Kediri. Kopi yang dihasilkan yaitu type robusta. Di lokasi itu pada jaman penjajahan Belanda pernah berdiri satu pabrik kopi.

Leave a Reply