Mari Mengenal Lebih Dekat dengan Kopi Robusta

Kopi Robusta – Jika anda adalah penggemar kopi, maka anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kopi robusta, kopi robusta adalah kopi yang biasa kita jumpai di toko-toko dan warung-warung yang biasanya kita jumpai dalam bentuk sachet.

Jika anda penasaran dengan yang namanya kopi robusta, anda bisa membaca artikel berikut ini, semoga bermanfaat.

Baca juga artikel mengenai green coffee dan kopi hijau.


1. Pengertian serta Asal Kopi Robusta


Pixabay.com

Pixabay.com

Robusta datang dari kata ‘robust’ yang berarti kuat, sesuai sama deskripsi postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta bukanlah adalah spesies lantaran type ini turunan dari spesies Coffea canephora.
Robusta bisa tumbuh di dataran rendah, tetapi tempat terbaik untuk membudidayakan tanaman ini pada ketinggian 400-800 mtr. dpl. Suhu maksimal perkembangan kopi robusta sekitar 24-30oC dengan curah hujan 2000-3000 mm per th.

Kopi robusta begitu pas ditanam di daerah tropis yang basah. Dengan budidaya intensif bakal mulai berbuah pada usia 2, 5 th.. Supaya berbuah dengan baik, tanaman ini memerlukan saat kering 3-4 bln. dalam satu tahun dengan sekian kali turun hujan.

Tanaman kopi robusta menginginkan tanah yang gembur serta kaya bahan organik. Tingkat keasaman tanah (pH) yang ideal untuk tanaman ini 5, 5-6, 5. Kopi robusta disarankan dibudidayakan di bawah naungan pohon lain.

Kopi robusta yaitu keturunan dari sebagian type kopi yang sudah ada terlebih kopi type canephora. Kopi robusta ini bakal tumbuh baik di ketinggian 400-700 mtr. dari permukaan laut. mempunyai kwalitas yang lebirh rendah dari arabika.

Kopi Robusta di tanam di Indonesia pada th. 1900, kopi type ini dihadirkan dari rimba equator afrika. Lantaran kopi robusta mempunyai perkembangan yang kuat jadi satu diantara argumen dihadirkan di Indonesia untuk menangani karat daun. Diluar itu pemeliharaannya gampang dan mempunyai buah yang semakin banyak.

Serta kenyataannya sekarang ini di aceh kopi type robusta menguasai sampai 90% tanman kopi di sana. terkecuali di aceh yang didominasi diantaranya Tapanuli, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatra Selatan.


2. Ciri-ciri Kopi Robusta


Cabang reproduksi atau wiwilan pada kopi robusta tumbuh tegak lurus. Buah kopi dihasilkan dari cabang primer yang tumbuh mendatar. Cabang primer ini cukup lentur hingga membuat judul seperti payung. Bentuk daun membulat seperti telur dengan ujung daun runcing sampai tumpul.

Daun-daunnya tumbuh pada batang, cabang serta ranting. Pada batang serta cabang tumbuhnya tegak lurus dengan susunan daun berselang-seling. Sedang pada ranting serta cabang-cabang mendatar pasangan daun tumbuh pada bagian yang sama. Robusta lebih relatif tahan pada penyakit karat daun.

Tanaman kopi robusta telah mulai berbunga pada usia 2 th.. Bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Tiap-tiap ketiak ada 3-4 grup bunga. Bunga umumnya mekar dimuka musim kemarau. Tidak sama dengan arabika, bunga robusta lakukan penyerbukan dengan cara silang.

Buah yang masihlah muda berwarna hijau, sesudah masak beralih jadi merah. Walau sudah masak penuh, buah robusta melekat dengan kuat pada tangkainya. Periode waktu mulai dari berbunga sampai buah siap panen sekitar 10-11 bln.

Tanaman kopi robusta mempunyai perakaran yang dangkal. Oleh karenanya memerlukan tanah yang subur serta kaya kandungan organik. Tanaman ini dapat cukup peka pada kekeringan.


3. Type Klon Kopi Robusta


Kopi robusta di turunkan dari sebagian spesies terlebih Canephora. Mungkin saja lantaran argumen itu, sumber bibit tanaman untuk robusta tak dimaksud varietas tetapi klon. Sama juga dengan varietas pada arabika, klon unggul robusta di Indonesia diperkembang oleh Puslit Koka. Di bawah ini sebagian type klon robusta yang direferensikan instansi itu :

Klon BP308. Klon ini adalah tanaman unggul yang tahan pada serangan nematoda. Kelebihan lain klon robusta ini yaitu toleransi pada tanah yang kurang subur. BP308 disarankan untuk jadikan batang bawah, sedang batang atasnya disambung dengan klon-klon lain yang sesuai dengan agroklimat setempat.

Klon BP42. Klon type ini mempunyai produktivitas 800-1200 kg/ha/th.. Perawakannya tengah dengan adanya banyak cabang serta ruasnya pendek. Buah yang dihasilkan besar serta dompolannya rapat.

Klon SA436. Mempunyai produktivitas yang cukup tinggi, meraih 1600-2800 kg/ha/th.. Bentuk biji dari klon ini kecil serta ukurannya tak seragam.

Klon BP234. Produktivitasnya 800-1200 kg/ha/th.. Perawakan ramping dengan percabangan yang panjang serta lentur. Butiran buah agak kecil serta ukurannya tak seragam.


4. Ciri-ciri Product Kopi Robusta


Di pasaran, kopi robusta di jual dengan harga lebih rendah di banding arabika. Hal semacam ini mengakibatkan disinsentif pada petani. Hingga untuk menghemat cost produksi petani robusta condong meremehkan perlakuan pasca panen.

Pada gilirannya bakal bikin mutu kopi yang dihasilkan rendah. Aroma robusta tak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) tengah sampai berat serta citarasa pahit. Kandungan cafein robusta kian lebih 2 x lipat arabika, yakni sekitar 1, 7-4%.


5. Perdagangan Kopi Robusta


Sekitaran 99% perdagangan kopi dunia yaitu type robusta serta arabika. Kopi robusta banyak di produksi oleh negara-negara Asia-Pasific serta Afrika, sedang kopi arabika banyak di produksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil robusta paling besar yaitu Vietnam.

Ada paradoks dalam perubahan perdagangan robusta. Pada th. 1950-an saat pertama kalinya diperdagangkan di bursa London, tingkat harga nya relatif sama juga dengan arabika. Waktu itu pembagian market share kopi robusta 25-30% serta arabika 70-75%.

Kondisi mulai beralih saat berlangsung kenaikan produksi kopi robusta. Sekarang ini di mana pangsa pasarnya naik di atas 30%, harga nya anjlok di bawah arabika sampai nyaris setengahnya. Sudah pasti ini begitu mencemaskan mengingat kian lebih 80% produksi kopi Indonesia yaitu robusta.


6. Ciri serta Ketidaksamaan Kopi Robusta dengan Arabika


Tidak sama lagi dengan kopi robusta yang memiliki rasa yang condong netral sampai tajam serta sering dikira mempunyai rasa seperti gandum. Ciri kopi robusta serta Arabica memanglah lain, pada kopi robusta aroma yang dipunyai yaitu aroma kacang-kacangan.

Tetapi untuk kwalitas kopi robusta yang tinggi di market tidak sering ada. Diluar itu, ada ketidaksamaan kopi robusta serta Arabica yang terlihat yakni pada harga nya. Kopi Arabica mempunyai harga lebih mahal dibanding dengan harga kopi robusta. Baca Juga Tempat Perkebunan Kopi di Indonesia

Di bawah ini terdapat banyak ciri serta ketidaksamaan kopi robusta danArabica yang bisa Anda simak. Kopi Arabica bisa tumbuh serta ditanam pada daerah dengan ketinggian 700 sampai 1700 mtr. dibawah permukaan laut, dengan suhu pada 16 sampai 200Celcius. Memilki iklim kering sepanjang 3 bln. dengan cara beruntun.

a. Ciri khas Kopi Arabika

Kopi Arabica memiliki kepekaan pada penyakit karat daun hemileia vastatrix (HV) terutama bila ditanam pada tempat yang mempunyai ketinggian kurang dari 700 mtr. dibawah permukaan laut.

Kopi ini datang dari Ethiopia serta Brasil yang mempunyai varietas banyak, bergantung pada negara, iklim dan tempat penanaman kopi Arabica.

Kopi Arabica kuasai 70 % dari pasar kopi didunia. Terdapat banyak type kopi yang masuk dalam kelompok kopi Arabica yakni kopi kolumbia, brasilia, mandailing, serta toraja. Diantara kopi Arabica yang satu dengan yang lain ada rasa yang tidak sama. Artikel berkaitan 3 Type Kopi Indonesia Tembus Pasar Ekspor

b. Ciri Khas Kopi Robusta

Ciri kopi robusta serta Arabica dapat diidentifikasi dari biji serta pohon kopinya. Pada kopi Arabica mempunyai sebagian ciri tersebut.

Mempunyai kecenderungan tumbuh pada dataran tinggi sekitar pada 1000 sampai 2000meter, lebih susah untuk dipelihara, membutuhkan saat sepanjang 9 bln. dari sistem bunga jadi buah, berbuah pada suhu yang lebih dingin, serta mempunyai hasil biji kopi dengan jumlah lebih rendah.

Diluar itu ada banyak ciri pada biji kopi Arabica yakni rasa-rasanya yang lebih lembut, populer dengan rasa-rasanya yang pahit, merasa kental waktu disesap, beraroma harum seperti kombinasi buah serta bunga, serta ada rasa asam yang tak ada pada kopi robusta. Ciri Serta Ketidaksamaan Kopi Robusta serta Arabica

Sedang pada kopi robusta mempunyai rasa serta bentuk lebih kasar, rasa lebih menghadap pada coklat, beraroma manis, mempunyai macam warna tergantung pada langkah pemrosesannya. Kopi robusta bisa tumbuh pada ketinggian pada 400 sampai 700 mtr. diatas permukaan laut.

Kopi robusta gampang diserang serangga, bisa berbuah saat suhu lebih panas serta jumlah biji kopi yang dihasilkan lebih tinggi.

Membutuhkan saat pada 10 hingga 11 bln. untuk sistem dari bunga ke buah. Ketidaksamaan kopi robusta serta Arabica ini benar-benar sangat terlihat, kopi robusta cuma tempati 30 % pasar kopi dunia. Sekian sedikit penjelasan ketidaksamaan kopi arabika serta robusta, mudah-mudahan dapat bermanfaat serta menolong.

c. 9 Perbedaan pada Kopi Robusta serta Arabika

  1. Rasa
    Rasa pastinya adalah feature yang paling utama untuk kita beberapa pencinta kopi. Sesudah lewat beragam jenis sistem pemrosesan hingga saat penyajian, yang kita nikmati saat kopi telah dihidangkan diatas meja yaitu rasa serta aromanya bukan?

Dengan cara rasa, kopi robusta mempunyai macam rasa yang kuat serta tajam. Kerapkali disebutkan kopi robusta mempunyai rasa seperti gandum. Sebelumnya disangrai, biji kopi robusta mempunyai aroma seperti kacang-kacangan.

Ini mengakibatkan kopi robusta biasanya dikira mempunyai kwalitas dibawah kopi arabika. Namun butuh di ketahui juga kalau tak semuanya kopi robusta mempunyai kwalitas rendah, ada pula kopi robusta yang berkwalitas baik serta bernilai tinggi, tetapi memanglah cukup susah untuk menemukannya.

Sedang kopi arabika mempunyai macam rasa begitu bermacam, bergantung dari macamnya. Dari mulai rasa manis yang lembut hingga rasa yang kuat serta tajam. Acidity dari kopi arabika juga lebih tinggi, yang mengisyaratkan kalau kopi arabika memanglah adalah kopi dengan kwalitas tinggi.

Sebelumnya disangrai, kopi arabika mempunyai aroma seperti blueberry.
Sesudah disangrai, kopi arabika mempunyai aroma seperti buah-buahan serta manis.

  • Kandungan Kafein
    Satu diantara argumen kenapa kopi robusta tak senikmat kopi arabika yaitu lantaran kopi robusta mempunyai kandungan cafein yang lebih tinggi jika dibanding dengan kopi arabika. Ini mungkin saja terdengar sebagai hal positif, walau demikian cafein membawa rasa pahit yang kurangi kesenangan kopi waktu diminum. Bahkan juga kopi robusta mempunyai kandungan cafein 2 x semakin banyak dari pada arabika, yakni 2. 2% sedang kandungan cafein kopi arabika cuma 1. 2%.
  • Kandungan Gula serta Lipid
    Kandungan lipid serta gula pada kopi arabika semakin banyak dari pada kopi robusta. Tepatnya kopi arabika mempunyai kandungan lipid semakin banyak 60% dari pada robusta, serta kandungan gula kopi arabika juga nyaris 2 x semakin banyak dari pada robusta. Kandungan gula pada kopi utama lantaran dekomposisi gula ketika sistem sangrai bisa tingkatkan level dari rasa acidity kopi.
  • Harga
    Ada pepatah : harga memastikan kwalitas. Pepatah ini dapat berlaku dalam dunia kopi. Dari segi harga, kopi arabika lebih mahal dari pada kopi robusta. Bahkan juga harga kopi arabika nyaris 2 x lebih mahal dari harga kopi robusta. Kopi instan yang biasanya diketemukan di supermarket umumnya yaitu kopi robusta.
  • Keadaan Lingkungan Produksi
    Kopi robusta lebih gampang untuk ditanam. Kopi robusta bisa ditanam pada ketinggian rendah sekitaran 200-800 mtr. dari permukaan laut serta tak gampang terserang hama. Kandungan cafein yang tinggi pada kopi robusta berguna sebagai pertahanan pada hama lantaran kandungan cafein yang tinggi itu jadi toksin untuk hama.

 

Kopi robusta juga membuahkan semakin banyak biji kopi per hektar, dengan cost produksi yang juga lebih kecil. Demikian sebaliknya, kopi arabika ditanam di ketinggian 600-2000 mtr. dari permukaan laut serta membutuhkan semakin banyak perhatian spesial dan mesti ditanam di daerah yang dingin dengan iklim sub tropik (15° – 24°C).

Kopi arabika juga membutuhkan kelembapan, tanah yang subur, serta cahaya matahari yang cukup. Oleh karenanya, biji kopi arabika begitu rawan terserang hama serta gampang rusak jika tak diakukan dengan baik.

  • Bentuk Biji KopiBiji kopi arabika mempunyai bentuk yang sedikit semakin besar serta oval, sedang kopi robusta lebih kecil serta bundar. Ketidaksamaan ini tampak terang seperti pada gambar diatas.
  • Tinggi Pohon
    Kopi arabika umumnya tumbuh pada 2. 5 – 4. 5 mtr., sedang kopi robusta tumbuh lebih tinggi yakni sampai 4. 5 – 6. 5 mtr..
  • Kandungan Chlorogenic Acid (CGA)
    Chlorogenic acid yaitu zat anti-oksidan serta pencegah serangga. Kopi robusta memiliki 7% – 10% CGA, sedang arabika memiliki 5. 5% – 8% CGA.
  • Budidaya
    Nyaris 75% produksi kopi dunia yaitu kopi arabika. Produksi kopi robusta cuma sekitaran 25%.  Kopi robusta dibudidayakan dengan cara exclusive di belahan bumi sisi timur, terlebih di Afrika serta Indonesia. Kopi arabika juga dibudidayakan di Afrika serta Papua New Guinea, namun lebih menguasai di Amerika Latin.

 

Colombia cuma menghasilkan kopi arabika, sedang negara-negara lain seperti Brazil serta India menghasilkan keduanya baik arabika ataupun robusta. Butuh di perhatikan juga kalau tak semuanya kopi arabika memiliki kwalitas yang sama. Seperti yang telah dijelaskan diatas, nyaris 75% kopi yang di produksi di semua dunia yaitu arabika. Diantara 75% itu sudah pasti ada hasil produksi arabika yang kurang berkwalitas.

Oleh karenanya, janganlah beranggapan cuma lantaran kita beli kopi arabika jadi kita bakal memperoleh kopi yang berkwalitas baik.


7. Manfaat Kopi Robusta


Rutinitas minum kopi telah jadi satu kebiasaan terlebih di kelompok mahasiswa serta pekerja kantor yang kerap lembur untuk merampungkan tugasnya. Sebagian kelompok juga senang pada kopi sebatas untuk rekan terlibat perbincangan dengan teman dekat serta rekanan kerja.

Banyak yang menentang mengkonsumsi kopi lantaran kandungan kafeinnya yang tinggi. Tetapi nyatanya, beberapa pakar temukan sebagian dampak positif yang didapatkan kopi untuk badan kita.

a. Kopi bisa Memperlambat Sistem Penuaan
Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan kalau kopi bisa memperlambat sistem penuaan badan manusia. Orang yang meminum 2 hingga 3 cangkir kopi sehari-harinya sudah memperlambat sistem penuaan badan mereka sejumlah 10 % dibanding dengan beberapa orang yg tidak minum kopi.

b. Kopi bisa Kurangi Resiko Kanker
Beberapa orang yang hoby minum kopi lebih terlepas dari resiko kanker paru-paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker pankreas, kanker lambung serta usus. Meskipun penelitian ini belum dapat dibuktikan sampai 100 %, tetapi dapat di pastikan kalau beberapa pencinta kopi dapat lega lantaran kopi akan tidak tingkatkan resiko kanker lantaran asam antioksidannya membuat perlindungan badan dari kanker serta penyakit-penyakit yang lain. Satu studi yang melibatkan 67 ribu wanita menunjukkan kalau wanita yang meminum 4 cangkir kopi atau lebih sehari-harinya mengurasi resiko menderita kanker sejumlah 25 %.

c. Kurangi Resiko Penyakit Jantung serta Serangan Jantung
Mengkonsumsi kopi bisa kurangi resiko penyakit jantung serta serangan jantung lantaran bisa membuat perlindungan system kardiovaskular pada badan. Satu studi yang melibatkan 41 ribu wanita menunjukkan kalau 3 cangkir kopi /hari sudah kurangi resiko tidak berhasil jantung. Hasil yang sama diperlihatkan juga beberapa pria.

d. Tingkatkan Kesehatan Pembuluh Darah
Cafein yang terdapat dalam kopi dalam tingkatkan kesehatan pembuluh darah dengan menambak produksi nitrit oksida dalam endotelium hingga menguatkan otot. Cafein dalam kopi memanglah bisa menambah desakan darah, namun hal semacam ini cuma berlangsung kurun waktu singkat atau ” short-term “. Sesudah cafein diolah pada badan, desakan darah bakal kembali normal.

e. Kopi Bisa Kurangi Cholesterol Jahat Dalam Badan
Zat anti-oksidan dalam kopi bisa tingkatkan kandungan cholesterol baik atau HDL pada badan serta kurangi resiko peradangan yang bisa menyebabkan serangan jantung. Dalam satu studi masalah, beberapa pencinta kopi disuruh tingkatkan mengkonsumsi kopi mereka jadi 8 cangkir /hari, serta hal semacam ini sukses menambah rasio cholesterol jahat (LDL) serta cholesterol baik (HDL) sejumlah 8 %.
Sebagian bukti tunjukkan kalau kopi mempunyai efek-efek negatif, tetapi bukanlah bermakna kopi yaitu murni zat toksin lantaran nyatanya banyak faedah yang dapat diberikan kopi pada badan kita.

One Response

  1. ajung Januari 10, 2017

Leave a Reply