Pengertian, Pembagian dan Balasan bagi Orang yang Bersabar

Prolog

Sahabat lembahilmu.com yang saya hormati, setiap manusia pasti akan merasakan yang namanya ujian, bagaimana tidak, karena itulah tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menciptakan manusia, yaitu menguji mereka dengan berbagai cobaan, agar benar-benar terlihat, siapa diantara mereka yang bersungguh-sungguh dan siapa yang tidak bersunggug-sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Sungguh kalian akan benar-benar diuji terhadap harta-harta dan diri-diri kalian. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan [Âli ‘Imrân/3 : 186].

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dan mukmin yang kuat, sudah selayaknya kita senantiasa bersabar ketika mendapatkan sebuah musibah, perhatikanlah sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berikut, niscaya hati kita akan lebih lapang dan sabar ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan sebuah musibah dan cobaan kepada kita, beliau bersabda :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ عجب. مَا يَقْضِي اللهُ لَهُ مِنْ قَضَاءٍ إِلاَ كَانَ خَيْرًا لَهُ, إِِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan  perkara seorang mukmin. Segala perkara yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mendapatkan kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu baik baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu baik baginya.” (HR. Muslim no.2999, dari sahabat Shuhaib).

Hadis diatas sangat jelas dan gamblang mengabarkan, bahwasannya setiap perkara seorang mukmin adalah baik, karena ketika ia mendapatkan kebaikan, ia akan bersyukur dan ketika ia mendapatkan musibah, maka ia akan bersabar.

Maka dari sini, timbulah sebuah pertanyaan, apakah makna sabar itu ?, maka pada artikel yang singkat ini, saya akan menjelaskan mengenai pengertian sabar, macam-macam sabar dan manfaat yang akan didapatkan bagi orang-orang yang bersabar.

A. Pengertian Sabar

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar adalah meneguhkan dan memantapkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, serta menahannya diri dari perbuatan maksiat kepada Allah dan menjaga diri dari perasaan dan sikap marah dalam menerima takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

chain-1027864_960_720

B. Pembagian Sabar

Para ulama dan pakar agama membagi macam sabar menjadi 3 hal, yang tentunya ketiganya diambil berdasarkan dalil-dalil dari Al Quran dan Hadis-hadis Nabi Muhammahad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, mereka berkata :

الصبر ثلاثة أنواع : الصبر في طاعة الله، الصبر على معصية الله والصبر عند أقدار الله المؤلمة

Kesabaran itu ada tiga macam :

  1. Sabar dalam keataatan kepada Allah.
  2. Sabar dalam menahan diri dari maksiat kepada Allah.
  3. Sabar dalam menerima takdir dan ketetapan Allah yang tidak sesuai dengan kenginginan kita.

Adapun contoh sabar dalam ketaatan kepada Allah adalah sebagai berikut :

Ketika seeorang tidur malam, lalu di saat shubuh ia mendengar suara azan dikumandangkan, maka pada saat itu akan muncul rasa berat di dalam hatinya untuk melaksanakan sholat shubuh, bagaimana tidak terasa berat, bukankah udara yang dingin membuat kita malas untuk meninggalkan kasur dan hangatnya selimut ?, maka ketika ia memaksakan dirinya untuk bangun dan melaksanakan sholat shubuh, maka ini yang dinamakan sabar dalam melaksanakan ketaatan.

buildings-203194_960_720

Adapun contoh sabar dalam menahan diri dari maksiat kepada Allah adalah sebagai berikut :

Ketika ada seorang lelaki yang diajak berzina oleh salah seorang wanita, maka ia menolaknya karena takut kepada Allah, dan ia berusaha menahan hawa nafsunya dari hal-hal yang Allah haramkan, maka dalam kasus ini, ia telah bersabar dalam menahan dirinya dari bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengenai hal ini sungguh terdapat sebuah hadis yang menyebutkan keutamaan bagi seseorang yang menolak ajakan seorang wanita,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” ( HR. Bukhori ).

skeletal-601213_960_720

Adapun contoh sabar dalam menerima takdir dan ketetapan Allah dalam hal yang tidak kita sukai adalah sebagai berikut :

Ketika seorang ibu yang melahirkan seorang anak, lalu ketika anaknya genap berusia 2 tahun, maka Allah mengambil anak tersebut, ketika seorang ibu tersebut berusaha tabah dan ikhlas dengan ketetapan Allah tersebut dan tidak berburuk sangka dan marah terhadap Allah, maka ketika itu ia telah dianggap bersabar dalam menerima takdir dan ketetapan Allah dalam hal yang tidak ia sukai.

baby-499976_960_720

C. Balasan Bagi Orang yang Bersabar

Kasih sayang Allah kepada hambaNya sangatlah besar, maka tidaklah mungkin jika Allah tidak memberikan ganjaran bagi orang-orang yang mampu sabar di dalam agama ini, diantara balasan yang akan didapat oleh orang-orang yang mampu bersabar karena Allah adalah :

  1. Akan Mendapatkan Pahala yang Tidak Terhingga.

Bagi mereka orang-orang yang mampu bersabar, maka Allah telah menjanjikan kepada mereka sebuah pahala yang tidak terhingga besarnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang sabar balasan berupa pahala yang tidak terhingga” ( Azzumar, ayat 10 ).

sea-gull-765490_960_720

  1. Akan mendapatkan surga Adn

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa bagi orang-orang yang bersabar, maka baginya Surga

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Selamat sejahtera atasmu karena KESABARANMU,” maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu (Surga Adn)” [ar-Ra’d/13:24)].

 forest-868715_960_720

       3. Kesabaran dapat menghapuskan noda-noda dosa, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda dalam haditsnya; “Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa- dosanya dengan hal tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim).

handcuffs-921290_960_720

          4.  Kesabaran merupakan “dhiya’ ” (cahaya yang amat terang), karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mendapatkan petunjuk dan terhindar dari kegelapan hati. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” (HR. Muslim).

prairie-679014_960_720

       5. Kesabaran merupakan anugrah dan karunia Allah yang paling baik. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaqun Alaih).

gift-548290_960_720

Penulis : Adams Aljawiyu.

Silahkan dibaca berikutnya artikel saya mengenai pengertian dan keutamaan orang-orang yang bertaqwa

No Responses

Leave a Reply