Hati, Penyakit-penyakitnya Beserta Obatnya

Prolog

Para sahabat lembahilmu.com yang saya hormati, siapa diantara kita yang tidak mengetahui hati ?, semua dari kita pasti tahu apa itu hati, ia adalah organ kecil di dalam tubuh namun memiliki peran layaknya raja di dalam suatu negara, jika raja suatu negara baik maka rakyat dan sistem pemerintahan yang ada akan baik juga, namun jika rajanya buruk maka demikianlah keadaan negara dan rakyatnya.

Begitu juga halnya dengan hati manusia, jika hatinya baik maka seluruh anggota tubuh seperti mata, lisan, telinga, tangan dan kaki akan baik pula serta mudah dalam melaksanakan ketaatan dan meninggalkan maksiat kepada Allah, namun jika sebaliknya, apabila hati seseorang buruk dan jelek maka akan berdampak juga terhadap seluruh anggota badannya.

Hal ini telah dijelaskan nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya :

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Oleh karena itu, jika pada kesempatan yang lalu penulis telah mencamtumkan tentang keutamaan orang-orang yang bertaqwa, maka pada artikel yang singkat ini, penulis ingin menyebutkan hal-hal yang bisa menjadi obat hati, namun sebelumnya akan dibahas terlebih dahulu mengenai pembagian hati manusia, kemudian perusak-perusak hati dan terakhir ditutup dengan obat hati, kepada para pembaca semoga bisa mendapatkan faidah darinya.

glass-845853_960_720

A. Pembagian Hati

Menurut imam Ibnul Qoyyim rahimahullah, hati manusia dibagi menjadi 3, yaitu ;

  1. Hati yang sehat

Ini adalah hati yang dimiliki oleh orang-orang Islam yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, senantiasa berusaha melakukan ketaatan semampu mereka dan meninggalkan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, jika mereka terjatuh kedalam kubangan maksiat, maka mereka segera kembali bertaubat kepadaNya dan tidak berlama-lama di dalam maksiat.

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ , إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Yaitu pada hari harta dan anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” ( QS. Asy-Syu’ara’ : 88-89 ).

  1. Hati yang mati

Ini adalah hatinya orang-orang kafir dan bagi mereka yang lebih mengutamakan hawa nafsu dibandingkan dalil dari Al Quran dan Hadis, mereka berani menolak syariat Islam dikarenakan hawa nafsu dan kesombongan mereka.

  1. Hati yang sakit

Yaitu hati yang dimiliki orang beriman namun ia masih sering berbuat maksiat dan melanggar syariat Allah, namun terkadang hati mereka sadar untuk melakukan ketaatan, walau kadar kemaksiatan dan kelalalain mereka lebih besar dibandingkan ketaatan mereka.

B. Perusak-perusak Hati

skull-1193784_960_720

  1. Bergantung kepada selain Allah

Untuk menjadi hamba yang memiliki hati yang bersih, maka kita perlu menggantungkan hati kita kepada Allah, jika kita berdoa maka hanya kepadaNya, jika kita menyembah, maka hanya menyembahNya, karena dengan inilah kita bisa mendapatkan hati yang bersih, namun jika kita mulai menggantungkan hati ini kepada selain Allah, inilah penyebab utama rusaknya hati, di dalam Al Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya kurang lebih :

Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.” (Maryam: 81-82).

Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.” (Yasin: 74-75)/

  1. Terlalu banyak makan

Syariat Islam telah mengatur kita untuk tidak berlebihan di dalam makan, karena hal tersebut merupakan salah satu perusak hati, dalam sebuah hadits yang masyhur disebutkan: “Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim).

  1. Terlalu banyak bergaul dengan sembarang orang

Islam mengajarkan kepada penganutnya untuk senantiasa bergaul dan berinteraksi dengan sesama, karena dengan adanya interaksi antar sesama, akan meningkatkan rasa kasih sayang diantara umat Islam, namun di dalam berinteraksi, kita dianjurkan untuk tidak berlebih-lebihan dan berhati-hati dalam memilih teman dekat, karena di dalam hadis yang shohih nabi telah menjelaskan ;

المرء على دين خليله

“Agama seseorang itu dilihat dari teman dekatnya”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, “Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur”an ketika Al-Qur”an itu telah datang kepadaku.” (Al-Furqan: 27-29).

Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67).

  1. Lalai dan Tenggelam dalam mengejar dunia

Ketika sesorang mulai mengejar dunia dan lalai dengan urusan akhiartnya, maka pada saat inilah hati akan menjdi keras, karena hanya dengan mengingat akhiratlah hati akan menjadi tenang, dan sebaliknya jika seseorang lebih mementingkan dunia maka ketika itu hatinya akan semakin kotor dan tertutup oleh ketamakan, ada sebuah hadis yang patut bagi kita renungi bersama, nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa Sallam bersabda;

لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافرا شربة ماء

“Jika seandainya dunia itu nilainya lebih berharga disisi Allah dari pada sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberikan seteguk minumanpun kepada orang-orang kafir”

Inilah hakikat dunia yang sebenarnya, lalu apakah kita mau mengotori hati kita, dan menggantinya hanya dengan sebelah sayap nyamuk ?.

  1. Terlalu banyak tidur dan berbicara

Diantara hal yang dapat merusak hati adalah banyak melakukan kegiatan yang sia-sia, diantaranya adalah tidur dan berbicara yang tidak ada manfaatnya. Ketika seseorang bisa meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya, maka hatinya akan menjadi bersih, nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda

من حسن إسلام المرئ تركه ما لايعنيه

“Diantara tanda baiknya agama seseorang, adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya”

C. Obat Hati

apothecary-437743_960_720

Setelah kita mengetahui hal-hal yang bisa merusak hati, maka saat ini kita akan membahas mengenai apa saja obat hati itu, berikut penjelasannya secara singkat :

  1. Membaca Al Quran dan berusaha mentadaburinya.
  2. Senantiasa membasahi lisan dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  3. Rajin berpuasa.
  4. Mendirikan Shalat malam ( tahajud ).
  5. Bergaul dengan orang-orang sholih.
  6. Banyak-banyak bertaubat dan beristigfar kepada Allah.
  7. Banyak berdoa agar diberikan ketetapan hati diatas keimanan.
  8. Sering mengingat mati dan hari akhir.
  9. Berusaha menumbuhkan rasa cinta kepada Allah.

Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam menjaga hati ini dari berbagai penyakit yang ada dan kita diberikan khusnul khotimah diakhir hayat kita, Aamiin.

Penulis : Adams Aljawiyu

No Responses

Leave a Reply