4 Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran

Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran– Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran.

Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya, maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan, dan sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman tidak akan efektif.

Dengan demikian peran guru dalam hal ini adalah sebagai posisi kunci dan dalam pengembangnnya guru lebih berperan banyak dalam tataran kelas.

Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal.

Adalah wajar jika guru menempati peran yang cukup penting dalam pengembangan kurikulum, karena seorang guru, dialah orang yang paling mengerti dan mengetahui situasi dan kondisi hasil belajar peserta didiknya, serta bertanggung jawab penuh didalamnya.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru berpangkal pada suatu kurikulum, dan dalam proses pembelajaran guru juga berorientasi pada tujuan kurikulum. Pada sisi lain ,guru adalah pembelajar siswa yang secara kreatif membelajarkan siswa sesuai dengan kurikulum sekolah.

Oleh karena itu elemen yang paling penting memegang peranan dalam proses perbaikan kurikulum ialah guru, oleh sebab dialah yang paling bertanggung jawab atas mutu pendidikan anak didiknya, dan diantara peran guru dalam pengembangan kurikulum adalah:


1. Pengelolaan Administratif


Pixabay.com

Pixabay.com

Pengelolaan administratif adalah pengelolaan secara tercatat, teratur dan tertib, sebagai penunjang jalannya pendidikan yang lancar. Ruang lingkupnya antara lain mencakup administrasi kurikulum, administrasi siswa, administrasi personal, administrasi material dan administrasi keuangan.


2. Pengelolaan Konseling dan Pengembangan Kurikulum


www.freegreatpicture.net

www.freegreatpicture.net

Pengelolaan layanan bimbingan konseling dan pengembangan kurikulum merupakan hal yang mendesak dan diperlukan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Akan tetapi, untuk itu di perlukan keahlian pemahaman prinsip dan penguasaan ketrampilan teknis.

Ada beberapa alasan mengenai pentingnya layanan bimbingan dan konseling :

  1. Perbedaan antar-individu. Setiap siswa mempunyai perbedaan antara satu dan lainnya, di samping persamaannya. Perbedaan menyangkut kapasitas intelektual, ketrampilan (skiils), motivasi, persepsi, sikap, kemapuan ,minat ,dll.
  2. Siswa menghadapi masalah-masalah dalam pendidikan, masalah-masalah tersebut bisa masalah pribadi ,hubungan dengan orang lain (guru,teman), masalah kesulitan belajar ,dll. Dalam penyelesaiannya ,seringkali tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan bantuan orang lain untuk berdialog.
  3. Masalah belajar. Siswa datang ke sekolah dengan harapan agar kita mengikuti pendidikan dengan baik. Tetapi tidak selamanya demikian. Ada berbagai masalah yang mereka hadapi, bersumber dari stress karena tugas-tugas, ketidakmampuan mengerjakan tugas, keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya tetapi tidak mampu, ingat kepada keluarga (homesick), persaingan dengan teman, kemampuan dasar intelektual yang kurang, motivasi belajar yang lemah,dll.

3. Guru Sebagai Tenaga Profesi Kependidikan


lovelanguageloveliterature.com

lovelanguageloveliterature.com

Jabatan guru adalah suatu profesi kependidikan yang mengisyaratkan dikuasainya kemampuan profesional yang memadai. Guru tidak hanya berperan sebagai guru di dalam kelas, ia juga seorang kumonikator, pendorong kegiatan belajar, pengembang alat-alat belajar, penyusun organisasi, manajer sistem pengajaran, dan pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat.

Bertitik tolak dari hal tersebut, maka guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya.

Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas di dalam sekolah dan kemampuan yang di perlukan untuk merealisasikan tanggung jawabnya di luar sekolah.


4. Berpartisipasi Aktif dalam Panitia Pengembangan Kurikulum


www.dockhs.org

www.dockhs.org

Guru diharapkan berperan aktif dalam kepanitiaan atau tim pengembang kurikulum, bersama dengan guru lainnya dan orang tua. Mereka dilibatkan dalam perumusan kebijakan operasional serta perencanaan dan pelaksanaan administrasi pengembangan kurikulum.

Oleh karena itu guru memegang peranan penting ,baik dalam perencanaan , pelaksanaan, dan pengembangan kurikulum bagi kelasnya.

2 Comments

  1. puji hastuti Oktober 2, 2016
    • Adams Aljawiyu Oktober 2, 2016

Leave a Reply