Berikut 13 Rukun Shalat yang Harus Anda Ketahui Sebagai Seorang Muslim

Sahabat lembahilmu.com yang saya hormati.

Shalat adalah rukun Islam yang kedua dan ia merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Oleh karena itu, sekiranya sangat penting bagi kita untuk mengetahui rukun-rukun shalat agar nantinya shalat kita tidak terbuang percuma dan tidak diterima di sisi Allah.


A.Pengertian Rukun Shalat


Rukun sholat adalah sebuah perkataan maupun perbuatan yang akan membentuk hakikat dari ibadah shalat.

Apabila tertinggal maka shalat menjadi tidak sah dan tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

(Wikipedia)


B. Macam-macam Rukun Shalat


Berikut adalah rukun-rukun shalat yang harus kita lakukan agar shalat kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


1. Niat


chinesesays.com

chinesesays.com

Setiap ibadah harus diawali dengan niat, dan niat shalat terdapat pada hati.

Hal inilah yang akan membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan.

Seseorang bisa saja melakukan sebuah gerakan maupun ucapan yang sama persis dengan shalat, namun jika niat yang ada di dalam hatinya bukan untuk beribadah, maka gerakan dan ucapannya bukanlah dianggap shalat, karena tidak berlandaskan pada niat di dalam hati.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Setiap amal perbuatan ini tergantung (akan dibalas) sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhori).


2. Berdiri Bagi yang Mampu


qoharbook.wordpress.com

qoharbook.wordpress.com

Bagi yang akan melaksanakan shalat wajib, maka berdiri merupakan rukun dari sahnya shalat.

Namun jika dia tidak mampu bisa duduk, bersandar, atau berbaring sesuai dengan kemampuan yang dia miliki.

Namun pada shalat sunnah, berdiri bukanlah merupakan rukun shalat, karena pada hadis yang shahih Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah melaksanakan shalat sunnah sambil duduk.

Namun walau bukan merupakan sebuah rukun di dalam shalat sunnah, orang yang shalat dalam keadaan berdiri akan mendapatkan pahala yang lebih jika dibandingkan dengan orang yang shalat sambil duduk.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ القَائِمِ وَمَنْ صَلَّى نَائِمًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ القَاعِدِ

“Barangsiapa yang shalat dengan berdiri maka itulah yang terbaik, barangsiapa yang shalat sambil duduk maka dia akan mendapatkan setengah pahala dari orang yang berdiri, dan barang siapa yang mengerjakan shalat sambil berbaring maka dia akan mendapatkan setengah pahala dari orang yang duduk.” (HR.Bukhari).


3. Takbiratul Ihram


santrigaul.net

santrigaul.net

Membaca kalimat “Allahu Akbar” di awal takbir adalah sebuah rukun yang harus dikerjakan bagi setiap orang yang akan melaksanakan shalat.


4. Membaca Al-Fatihah


Membaca al-fatihah ketika shalat merupakan rukun yang harus dipenuhi agar shalat menjadi sah dan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Terutama bagi para imam dan orang yang sholat secara sendirian (tidak berjamaah).

Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

لاصَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

”Tidak ada shalat (tidak sah shalatnya) bagi seseorang yang tidak membaca surat al-fatihah.” (HR.Bukhari).


5. Ruku’


hariansemarangbanget.blogspot.com

hariansemarangbanget.blogspot.com

Ruku’ merupakan rukun shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا

“Kemudian Ruku’lah sampai engkau benar-benar ruku’.” (HR.Bukhari).


6. ‘Itidal


‘Itidal merupakan rukun shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا

“Kemudian bangkitlah dari ruku’(‘itidal) sampai engkau benar-benar tegak berdiri.” (HR.Bukhari).


7. Sujud 2 Kali disetiap Rakaat


yeni.mobi

yeni.mobi

Sujud 2 kali di setiap rakaat merupakan rukun shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا

“Kemudian sujudlah, sampai engkau benar-benar sujud.” (HR.Bukhari).


8. Duduk diantara 2 sujud


www.infoislami.net

www.infoislami.net

Duduk diantara 2 sujud merupakan rukun shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا

“Kemudian setelah sujud duduklah sampai engkau benar-benar duduk.” (HR.Bukhari).


9. Duduk Tahiyat Akhir


dejanborovnica.wordpress.com

dejanborovnica.wordpress.com

Duduk tahiyat akhir merupakan rukun shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ

“Dan apabila salah seorang diantara kalian duduk tahiyat akhir maka bacalah tahiyat.” (HR. Bukhari).


10. Membaca Bacaan Tasyahud di Tahiyat Akhir


Membaca bacaan tasyahud di tahiyat akhir merupakan rukun  yang harus dikerjakan, dan inilah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Beliau bersabda:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Jika salah seorang diantara kalian duduk tahiyat maka bacalah “At tahiyaatu lillah wash sholaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin. Asy-hadu an laa ilaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.” (HR.Bukhari).


11. Membaca Bacaan Sholawat setelah Tasyahud Akhir


Setelah membaca tasyahud akhir maka kita diwajibkan untuk membaca shalawat kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Berikut bacaan shalawat yang biasanay umum digunakan ;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa barrokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.” (HR.Bukhari).


12. Salam Pertama


Di dalam shalat yang menjadi rukun adalah salam pertama, adapun salam kedua hanya sebagi sunnah yang apabila ditinggalkan tidak akan membatalkan shalat.

Boleh membaca assalaamu’alaikum, assalaamu’alaikum wa rahmatullah, atau assalamu’alaikum wa rahmatullah wa baraakatuh.

Salam merupakan rukun shalat yang telah ditetapkan oleh nabi kita, beliau bersabda :

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Kunci diterimanya shalat adalah suci, pengharamnya (masuk kedalam shalat) adalah takbir, dan penghalalnya (keluar dari shalat) adalah salam.” (HR.Abu Dawud).


13. Berurutan dalam Mengerjakan Rukun-rukun yang Telah Ditetapkan dan Tuma’ninah (Tenang dan Tidak Tergesa-gesa).


Kemudian yang terakhir agar shalat kita diterima dan menjadi sah di sisi Allah subhanahu wa Ta’ala adalah dengan mengerjakan rukun-rukun yang ada secara berurutan dan juga mengerjakan rukun-rukun yang ada dengan tuma’ninah ( tenang dan tidak tergesa-gesa ).

Karena nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyuruh orang yang tidak tenang dalam mengerjakan shalat untuk kembali mengulang shalatnya, beliau bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَرَدَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَلَيْهِ السَّلاَمَ فَقَالَ « ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ » فَصَلَّى ، ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ » . ثَلاَثًا . فَقَالَ وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقِّ فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِى . قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masuk masjid, maka masuklah seseorang lalu ia melaksanakan shalat. Setelah itu, ia datang dan memberi salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab salamnya. Beliau berkata, “Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat.” Lalu ia pun shalat dan datang lalu memberi salam pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau tetap berkata yang sama seperti sebelumnya, “Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat.” Sampai diulangi hingga tiga kali. Orang yang jelek shalatnya tersebut berkata, “Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengajarinya dan bersabda, “Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur’an yang mudah bagimu. Lalu ruku’lah dan sertai thuma’ninah ketika ruku’. Lalu bangkitlah dan beri’tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma’ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma’ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma’ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Demikian semoga bermanfaat.

Penulis: Adams Aljawiyu.

8 Comments

  1. dWi April 1, 2016
    • Adams Aljawiyu April 1, 2016
  2. cumilebay.com April 4, 2016
    • Adams Aljawiyu April 5, 2016
  3. Udechi April 5, 2016
    • Adams Aljawiyu April 6, 2016
  4. momtraveler April 8, 2016
    • Adams Aljawiyu April 8, 2016

Leave a Reply