Sebab-sebab Khusnul Khotimah dan Tanda-tandanya

Prolog

Sahabat lembah ilmu.com yang saya hormati dan saya cintai karena Allah, pada artikel yang lalu saya telah membahas mengenai balasan yang akan didapat oleh orang yang bersabar dan bertaqwa kepada Allah, dan penyakit-penyakit hati beserta obatnya, maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai tanda-tanda orang yang meninggal dengan khusnul khotimah.

Setiap dari kita pasti tahu dengan yang namanya kematian, karena setiap dari kita pasti akan mati dan menemui Rabb semesta alam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

dead-1205269_960_720

Dimanapun kita berada, baik di dalam rumah, di hutan belantara, di puncak gunung yang tinggi, maupun di dasar laut yang dalam, yang namanya kematian pasti akan menghampiri kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ;

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Begitulah takdir yang telah Allah tetapkan kepada seluruh makhluk di dunia ini, tidak ada satupun yang Allah ciptakan kekal dan abadi,

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Dan kekekalan dan keabadian hanyalah milik Allah semata,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Oleh karena itu hendaknya kita sebagai seorang muslim yang baik, senantiasa mempersiapkan diri kita untuk menyambut tamu agung kita, yaitu “KEMATIAN”,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

hands-984032_960_720

Karena kematian adalah sesuatu yang pasti akan kedatangannya, maka marilah kita berusaha menjadi seorang mukmin yang cerdas, sebagaimana yang disabdakan oleh nabi Muhammada Shalallahu ‘alaihi wa Sallam ;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259 ).

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai sebab-sebab mendapatkan khusnul khotimah dan tanda-tanda orang yang mendapatkan khusnul khotimah, semoga bermanfaat.

A. Sebab-sebab mendapatkan khusnul khotimah

Untuk mendapatkan khusnul khotimah, maka kita bisa menjalankan hal-hal berikut ini :

  1. Senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan beriman kepada semua takdir Allah.
  2. Dengan senantiasa menjaga sholat yang lima waktu, terutama berjamaah di masjid bagi yang laki-laki.
  3. Senantiasa menunaikan zakat sesuai dengan kewajibannya.
  4. Menunaikan puasa wajib di bulan ramadhan dan menambahnya dengan puasa-puasa sunnah lainnya.
  5. Melaksanakan ibadah haji bagi yang telah Allah berikan kemampuan baginya.
  6. Senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, sebagai tambahan dari ibadah-ibadah yang wajib.
  7. Segera bertaubat ketika berbuat maksiat kepada Allah dan memperbanyak dzikir dan istighfar.
  8. Mengikhlaskan segala ibadah hanya kepada Allah dan meninggalkan riya’ maupun sum’ah.
  9. Senantiasa memperbesar rasa cinta kepada Allah dan rasulNya, dengan mengikuti segala perintah dan laranganNya.
  10. Dengan banyak mengingat kematian dan hari akhir.
  11. Senantiasa bersabar ketika ditimpa musibah, karena musibah adalah penghapus dosa-dosa kita.
  12. Memperbanyak doa agar diberi khusnul khotimah oleh Allah.

B. Tanda-tanda khusnul khotimah

  1. Mengucapkan kalimat syahadat di akhir hidupnya.     

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَ آخِرُ كـلاَمـِهِ : لاَ إِ لَهَ إِ لاَ اللهُ دَخـَلَ الجـَــنَّةَ. 

“Barangsiapa yang akhir ucapannya لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ , maka ia masuk surga”.

  1. Meninggal pada malam jum’at atau hari jum’at

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ 

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum`at atau malam Jum`at, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur”. ( HR Ahmad dan Tirmidzi ).

  1. Mati karena tertimpa penyakit tah’un, sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan dan mati di medan perang.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

الشُّـهَدَاءُ خَمْسَةٌ: المَـطْعُوْنُ، المَـبْطُوْنُ، والغَـرْقُ وَصَاحِبُ الهَـدْمِ والشَّهِـيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ.

“Orang yang mati syahid ada lima, (yaitu) : orang yang (mati) terkena penyakit tha’un, sakit perut, orang yang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang syahid di jalan Allah”. ( HR. Bukhori dan Muslim ).

  1. Meninggal dengan kening berkeringat

bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَوْتُ المُؤْمِنِ بِعِرْقِ الجَبِيْنِ. رَواه أحـمد والترمذي

“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening”.

  1. Wanita yang meninggal karena hamil, melahirkan maupun nifas

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالمَـرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءُ شَهَادَةٍ، يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرِرِهِ إِلَى الجَـنَّةِ.

“Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke Surga.” ( HR. Ahmad ).

  1. Mati karena terbakar dan radang selaput dada

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh abu Dawud.

  1. Mati terbunuh membela keluarga dan harta

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِـيْدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِـيْدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِـيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِه فَهُوَ شَهِـيْدٌ.

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid”. ( HR. Abu Dawud dan An-Nasai ).

  1. Meninggal ketika sedang melakukan ribath ( menjaga perbatasan ) di jalan Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ 

“Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rizki baginya, dan ia terjaga dari fitnah” ( HR. Muslim ).

  1. Orang yang mati ketika di perjalanan akan berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ 

“Siapakah orang yang syahid menurut kalian?” Para sahabat menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid”. Rasulullah bersabda,”Kalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,” mereka bertanya,”Kalau begitu, siapa wahai Rasulullah?” Beliau n menjawab,”Orang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati di jalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit tha’un, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang (mati) tenggelam adalah syahid”. ( HR. Muslim ).

  1. Meninggal ketika melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surg. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga. (HR Imam Ahmad dan selainnya)”.

poppy-63755_960_720

Penulis : Adams Aljawiyu

Leave a Reply